Page 11 - Tanti
P. 11
Pascaoperasi pengangkatan kanker tiroid beberapa pasien yang memiliki indikasi akan
dianjurkan untuk melakukan terapi ablasi tiroid, yakni pemberian zat radioaktif
sehingga sel kanker pada kelenjar tiroid hilang secara total. Iodium-131 merupakan
salah satu yodium radioaktif yan dimanfaatkan dalam kedokteran nuklir untuk terapu
hipertiroid dan kanker tiroid.
Satu-satunya organ tubuh manusia yang membutuhkan yodium adalah kelenjar tiroid.
Yodium dalam tubuh yang dibawa melalui darah akan diserap oleh kelenjar tiroid untuk
menghasilkan hormon tiroid. Ketika yodium radioaktif (iodium-131) masuk kedalam
tubuh, yodium tersebut akan berkonsentrasi pada sel-sel tiroid. Radiasi dari yodium
tersebut dapat membunuh kelenjar tiroid dan sel-sel tiroid apa saja (termasu sel kanker)
yang menyerap yodium radioaktif.. terapi yodium radioaktif hanya dapat diterapkan
pada pasien yang menderita kanker tiroid papiler dan folikel karena pada kanker jenis
ini sel-sel kanker bekerja secara aktif dalam mengikat yodium.
Pengkajian gizi
Pengkajian gizi pada pasien terutama terhadap status gizi sebagai resiko berkurangnya
hormon tiroid yang mengontrol penggunaan energi dari makanan. Riwayat gizi
terutama untuk penilaian kecukupan yodium berkaitan dengan diet rendah yodium yang
dijalankan, obat yang mengandung yodium dan sebagainya. Guna menilai keberhasilan
diet rendah yodium satu diantaranya adalah dengan melihat kecukupan yodium.
Kecukupan yodium berdasarkan ekskresi yodium dengan urine (EIU) sesuai
rekomendasi WHO, UNICEF, ICCIDD adalah sebagai berikut:
1. defisisensi berat nilai EIU <20 ug/L
2. defisiensi sedang jika nilai EIU 20-49 ug/L
3. defisiensi ringan jika nilai EIU 50-99 ug/L
4. cukup nilai EIU 100-199 ug/L
5. lebih dari cukup nilai EIU 200-299 ug/L
6. berlebihan jika nilai EIU >300 ug/L
Tujuan Diet
9 DIET PEMERIKSAAN

