Page 45 - MODUL KELAS 6 TEMA 2
P. 45
Perjanjian Linggarjati telah diuraikan dengan jelas. Namun, dalam perkembangan,
Belanda melanggar ketentuan perundingan tersebut. Pelanggaran Belanda atas
Perjanjian Linggarjati ini dilakukan dengan menjalankan Agresi Militer Belanda I tanggal
21 Juli 1947.
2. Perundingan Renville
Perundingan Renville ini dilaksanakan di atas Geladak Kapal Renville milik
Amerika Serikat pada tanggal 17 Januari 1948. Pada perundingan Renville, pemerintah
Indonesia diwakili Perdana Menteri Amir Syarifuddin, Belanda diwakili oleh Abdul
Kadir Widjojoatmodjo. Hasil Perjanjian Renville memberikan peluang kedaulatan bagi
Indonesia, meskipun makin terdesak oleh Belanda.
Berikut ini adalah isi Perjanjian Renville.
a. Belanda hanya mengakui Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Sumatra sebagai bagian
wilayah Republik Indonesia.
b. Disetujuinya sebuah garis yang memisahkan wilayah Indonesia dan daerah
pendudukan Belanda.
c. TNI harus ditarik mundur dari daerah-daerah kantongnya di wilayah pendudukan
di Jawa Barat dan Jawa Timur.
Meskipun isi Perjanjian Renville sudah cukup jelas, namun nasib dan kelanjutannya
sama dengan Perundingan Linggarjati. Pada akhirnya, Belanda kembali melanggar
Perjanjian Renville. Hal ini dilakukannya dengan melakukan Agresi Militer II terhadap
Indonesia pada tanggal 19 Desember 1948.
3. Konferensi Asia di New Delhi
Konferensi Asia di New Delhi dilaksanakan pada tanggal 20–25 Januari 1949.
Konferensi ini dihadiri oleh 19 negara termasuk utusan dari Mesir, Italia, dan New
Zealand. Beberapa wakil dari Indonesia antara lain Mr. Utoyo Ramelan, Sumitro
Djoyohadikusumo, H. Rosyidi, dan lain-lain.
Hasil konferensi Asia ini meliputi hal berikut.
a. Pengembalian Pemerintahan Republik Indonesia ke Yogyakarta.
b. Pembentukan pemerintahan AD Interim sebelum tanggal 15 Maret 1949.
c. Penarikan tentara Belanda dari seluruh wilayah Indonesia.
d. Penyerahan kedaulatan kepada Pemerintah Indonesia Serikat paling lambat tanggal
1 Januari 1950.
Dewan Keamanan PBB turut mengeluarkan sebuah resolusi pada tanggal 28 Januari
1949. Resolusi dewan Keamanan PBB berisi:
a. Penghentian operasi militer dan gerilya,
b. Pembebasan tahanan politik Indonesia oleh Belanda, serta
c. Pemerintah RI kembali ke Yogyakarta, dan akan diadakan perundingan
secepatnya.
Dampak dari berlangsungnya Konferensi Asia di New Delhi ini sangat jelas dan positif
bagi Indonesia. Konferensi ini, Indonesia semakin mendapat dukungan internasional
dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaannya dari ancaman Belanda.
4. Perundingan Roem–Royen
Perjanjian Roem–Royen diselenggarakan pada tanggal 14 April 1949 di Hotel Des
Indes, Jakarta. Di dalam perundingan Roem–Royen, PBB diwakili oleh Merle Cochran
(Amerika Serikat), delegasi Republik Indonesia dipimpin oleh Mr. Moh. Roem, sedangkan
delegasi Belanda dipimpin oleh van Royen. Nama perwakilan Roem dan Royen inilah
perundingan ini kemudian disebut sebagai perundingan Roem–Royen.
Tematik 6 Tema 2 Persatuan dalam Perbedaan 45

