Page 51 - MODUL KELAS 6 TEMA 2
P. 51
bantuan ke Markas Besar TRI. Ternyata sejak bulan Maret 1946, Belanda sudah menduduki
beberapa tempat di Bali. I Gusti Ngurah Rai kembali ke Bali untuk melakukan perlawanan
terhadap Belanda. Ngurah Rai mendapat bantuan dari TRI – Laut dengan pimpinan Kapten
Markadi. Di dalam perjalanan menyeberangi Selat Bali telah terjadi pertempuran laut antara
pasukan Ngurah Rai dengan patroli Belanda. Pertempuran juga terjadi di Cekik dekat
Gilimanuk, Bali.
Setelah berhasil melaksanakan Operasi Lintas Laut. I Gusti Ngurah Rai di Markas
TRI Sunda Kecil segera memperkuat pasukannya. I Gusti Ngurah Rai segera membentuk
Dewan Perjuangan Rakyat Indonesia Sunda Kecil. Beberapa tokoh selain I Gusti Ngurah
Rai adalah I Gusti Putu Wisnu dan Subroto Aryo Mataram.
Pada saat itu, Indonesia telah menyepakati Perundingan Linggarjati, oleh karena itu
Belanda terus berusaha menduduki daerah Bali. Di dalam naskah kesepakatan Perundingan
Linggarjati disebutkan bahwa Belanda hanya mengakui secara de facto, wilayah RI yang
terdiri atas Sumatra, Jawa, dan Madura. Bali tidak diakui sebagai wilayah RI, sehingga
Belanda merasa bebas di Bali. Ngurah Rai terus berjuang untuk mengusir Belanda dari
tanah Bali. Ngurah Rai juga menolak ajakan Belanda untuk bekerja sama mendirikan
Republik Indonesia Timur. Ngurah Rai terus berjuang sekuat tenaga untuk mengusir
Belanda. Pasukan Ngurah Rai melancarkan serangan-serangan terhadap Belanda. Pada
tanggal 18 November 1946, tentara Ngurah Rai (yang dikenal Pasukan Cing Wanara )
mulai menyerang Tabanan dan berhasil. Belanda segera mengerahkan kekuatannya dari
Bali dan Lombok.
Melihat dua kekuatan yang tidak seimbang, pasukan Ngurah Rai kemudian melakukan
Perang Puputan (Pertempuran habis-habisan). Pertempuran terjadi di Margarana dan dimulai
pada tanggal 20 November 1946. Dalam pertempuran tersebut, pada tanggal 29 November
1946, Ngurah Rai gugur sebagai kusuma bangsa.
Ayo Lakukan 3.4 dan 4.4 Bahasa Indonesia
Ayo Lakukan
Berdasarkan teks di atas, buatlah peta pikiran sebagai berikut!
Apa
Bagaimana Siapa
Puputan
Margarana
Mengapa Di mana
Kapan
Ayo Membaca 3.4 dan 4.4 PPKn
Bacalah teks berikut!
Persatuan dan Kesatuan Bangsa
Persatuan dan kesatuan berasal dari kata “satu” yang artinya utuh atau tidak terpecah
belah. Jadi, persatuan dan kesatuan mengandung arti bersatunya macam-macam corak
yang beraneka ragam menjadi satu kebulatan yang utuh dan serasi. Persatuan dan kesatuan
Tematik 6 Tema 2 Persatuan dalam Perbedaan 51

