Page 42 - MODUL KELAS 5 TEMA 5
P. 42

2.  Nonfiksi  kreatif  :  berawal  dari  data  yang  autentik  kemudian  pengembangannya
                     berdasarkan imajinasi yang pada umumnya dalam bentuk novel, puisi, dan prosa.
                     Menurut tingkat pemakaian, nonfiksi kreatif dibagi menjadi 2 subpokok antara lain
                 sebagai berikut.
                 1.  Nonfiksi kreatif yang sering dipakai.
                 2.   Nonfiksi kreatif yang jarang dipakai.

                       Ayo Menjawab                          3.7 dan 4.7 Bahasa Indonesia


                 Jawablah dengan jawaban yang benar!
                 1.  Jelaskan yang dimaksud teks nonfiksi murni!
                     Jawab:  ...........................................................................................................................
                 2.  Apa yang kamu ketahui tentang teks nonfiksi kreatif?
                     Jawab:  ...........................................................................................................................
                 3.  Menurut tingkat pemakaian, nonfiksi kreatif dibagi menjadi dua subpokok. Sebutkan!
                     Jawab:  ...........................................................................................................................
                 4.  Bagaimana cara mengembangkan teks nonfiksi?
                     Jawab:  ...........................................................................................................................
                 5.  Perhatikan percakapan berikut.
                     Pertanyaan  : ................................................?
                     Jawaban     : Ya, aku pernah makan buah kurma.
                     Tuliskan kalimat tanya yang sesuai dengan jawaban di atas!
                     Jawab:  ...........................................................................................................................

                       Ayo Memahami                             1.4, 2.4, 3.4, dan 4.4 PPKn


                                           Persatuan dan Kesatuan Bangsa
                     Indonesia sebagai wilayah dan bangsa merupakan satu kesatuan yang bulat dalam
                 segala bidang dan tidak dapat dipecah-pecahkan. Daratan, lautan, alam, dan manusia
                 Indonesia yang tumbuh dan berkembang di atasnya adalah satu. Indonesia meskipun
                 beragam suku bangsa dan banyak pulau adalah merupakan satu kesatuan yang tidak dapat
                 dipisahkan. Beberapa prinsip persatuan dan kesatuan bangsa yang harus dipegang teguh
                 antara lain sebagai berikut.
                 1.  Membina keserasian, keselarasan, dan keseimbangan dalam berbagai lingkungan
                     kehidupan.
                 2.  Saling mengasihi, membina, dan memberi antarsesama.
                 3.  Tidak menonjolkan perbedaan tetapi mencari kesamaan.
                     Sebagai  warga  negara  yang  baik  kita  harus  menjaga  dan  mengamalkan  sikap
                 persatuan dan kesatuan di mana pun kita berada, baik itu di sekolah, kelurga, masyarakat,
                 dan dalam berbangsa dan bernegara. Apa yang kita lakukan tidak boleh menimbulkan
                 perpecahan. Semua warga Negara Indonesia harus menyadari pentingnya pergaulan hidup
                 bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara tandap membedakan suku, agama, ras, golongan
                 ataupun kedudukan sosial.
                     Dengan menjaga persatuan dan kesatuan, maka ketahanan negara akan semakin kokoh
                 dan mantap. Berikut dijelaskan beberapa manfaat menjaga persatuan dan kesatuan bagi
                 diri, keluarga, masyarakat, bangsa dan negara.
                 1.  Terwujudnya kehidupan yang serasi, selaras, dan seimbang antarsesama.




                122                              Tematik 5 Tema 5 Ekosistem
   37   38   39   40   41   42   43   44   45   46   47