Page 61 - MODUL KELAS 4 TEMA 4
P. 61

Sang ayah sangat menyayangi si Bungsu. Hal tersebut membuat keenam kakak
                      si Bungsu menjadi iri hati, dendam, dan sering menyakiti si Bungsu. Suatu hari si
                      bungsu diajak oleh keenam kakaknya untuk mencari ikan (menangguk) ke Gua Batu.
                      Karena sangat gembira, si bungsu menerima ajakan tersebut. Padahal dalam ajakan
                      tersebut terselip pembalasan dendam.
                          Setelah sampai ke Gua Batu, si Bungsu disuruh masuk terlebih dahulu ke dalam
                      gua, kemudian diikuti kakak-kakaknya. Si bungsu sudah berada lebih jauh ke dalam
                      gua, tetapi keenam kakaknya masih berada di muka gua dan mendoakan supaya
                      si Bungsu tidak dapat menemukan jejak untuk pulang nantinya. Keenam kakaknya
                      tertawa terbahak-bahak sebab si Bungsu benar-benar hilang dari penglihatannya.
                          Tanpa terasa, tujuh hari tujuh malam lamanya, si Bungsu terjebak dalam gua.
                      Pada suatu ketika, terjadilah peristiwa yang sangat menakutkan di dalam Gua Batu
                      itu. Suara gemuruh menggelegar seperti ingin merobohkan Gua Batu tersebut. Si
                      Bungsu hanya bisa menangis dan menjerit untuk menahan rasa takutnya, kemudian
                      muncullah seorang kakek renta yang sakti di hadapan si Bungsu.
                          Sambil menangis si Bungsu menjawab pertanyaan-pertanyaan kakek tersebut.
                      Tanpa diduga-duga, dengan kesaktian kakek tersebut, air mata si Bungsu secara
                      perlahan-lahan berubah menjadi telur-telur putih yang besar dan banyak jumlahnya.
                      Si Bungsu berubah bentuknya menjadi seekor burung yang indah bulu-bulunya. “Aku
                      akan menolongmu dari kesengsaraan. Namun, dengan cara mengubah bentukmu
                      menjadi seekor burung dengan nama Burung Ruai. Apabila aku telah hilang dari
                      pandanganmu, eramlah telur-telur itu supaya jadi burung-burung sebagai temanmu.”
                      Kemudian, kakek sakti menghilang bersama asap. Burung Ruai yang sangat banyak
                      jumlahnya ikut berlalu, kemudian hidup di pohon depan tempat tinggal si bungsu
                      dahulu. Mereka menyaksikan keenam kakak si Bungsu dihukum oleh ayah karena
                      telah membunuh si Bungsu.

                        Ayo Kerjakan                         3.5 dan 4.5 Bahasa Indonesia



                 Sebutkan unsur-unsur intrinsik dalam cerita tersebut!
                 1.  Tokoh dan perwatakan










                 2.  Latar








                 3.  Tema










                                          Tematik 4 Tema 4 Berbagai Pekerjaan                        61
   56   57   58   59   60   61   62   63   64   65   66