Page 63 - MODUL KELAS 4 TEMA 4
P. 63
Bacalah cerita berikut!
Budaya Tegur Sapa
Susi tinggal di desa Karangasem. Ia merupakan anak pindahan dari Kota Jakarta.
Karena sikapnya yang ramah, ia mudah akrab dengan teman-teman barunya. Warga desa
Karangasem senang menjaga kerukunan. Kerukunan di Desa Karangasem terbentuk
dari adanya saling tegur sapa satu sama lain. Setiap kali bertemu dengan warga lainnya,
mereka akan saling bertegur sapa.
Susi yang merupakan pendatangpun melakukan kebiasaan tersebut. Setiap ia berjalan
di sekitar rumahnya, ia selalu menyapa tetangganya. Tuti adalah tetangga dekat Susi.
Setiap pagi dan sore hari Tuti menyapu halaman rumahnya. Saat Tuti sedang menyapu
halaman, Susi selalu menyapanya. Terkadang Susi juga membagi makanan kepada Tuti
tetangganya.
Pada suatu hari, Susi tidak menjumpai Tuti sekalipun. Susi merasa khawatir, kemudian
ia mengunjungi rumah Tuti. Ternyata Tuti sakit. Susi terkejut dan langsung membantu Tuti.
Susi berusaha merawat dan menjaga Tuti sampai sembuh. Tuti senang dan bersyukur
memiliki tetangga seperti Susi. Mereka menjadi sahabat yang saling menjaga kerukunan.
Dari budaya tegur sapa menjadikan warga saling peduli satu sama lain. Budaya tegur
sapa juga membangun dan menciptakan kerukunan antar warga.
Ayo Cari Tahu 3.1 dan 4.1 PPKn
Lakukan diskusi dengan temanmu tentang menghubungkan sikap tokoh pada bacaan
tersebut dengan pengamalan sila ketiga Pancasila!
Ayo Membaca 3.5 dan 4.5 Bahasa Indonesia
Sesama teman kita harus saling menghormati dan menyayangi. Begitu juga dengan saudara
kita. Antar saudara harus saling menghormati dan menyayangi.
Bacalah dongeng berikut dengan saksama!
Hikayat Bunga Kemuning
Dahulu kala, ada seorang raja yang memiliki sepuluh orang putri yang cantik-cantik.
Sang raja dikenal sebagai raja yang bijaksana. Akan tetapi, ia terlalu sibuk dengan
kepemimpinannya, karena itu ia tidak mampu mendidik anak-anaknya. Istri sang raja
sudah meninggal dunia ketika melahirkan anaknya yang bungsu, sehingga anak sang
raja diasuh oleh inang pengasuh. Putri-putri raja menjadi manja dan nakal. Mereka hanya
suka bermain di danau. Mereka tidak mau belajar dan juga tidak mau membantu ayah
mereka. Pertengkaran sering terjadi di antara mereka.
Kesepuluh putri itu dinamai dengan nama-nama warna. Putri Sulung bernama Putri
Jambon. Adik-adiknya dinamai Putri Jingga, Putri Nila, Putri Hijau, Putri Kelabu, Putri
Oranye, Putri Merah Merona, Putri Kuning dan 2 Putri lainnya. Baju yang mereka pun
berwarna sama dengan nama mereka. Dengan begitu, sang raja yang sudah tua dapat
mengenali mereka dari jauh. Meskipun kecantikan mereka hampir sama, si bungsu Putri
Kuning sedikit berbeda, Ia tidak terlihat manja dan nakal. Sebaliknya ia selalu riang dan
tersenyum ramah kepada siapapun. Ia lebih suka berpergian dengan inang pengasuh
daripada dengan kakak-kakaknya.
Tematik 4 Tema 4 Berbagai Pekerjaan 63

