Page 61 - MATEMATIKA KELAS 4
P. 61
Muhammad al-Karaji adalah salah seorang ilmuwan Muslim yang berjasa
mengembangkan studi hidrologi, seorang saintis terkemuka dari Karaj, Persia. Lewat
Kitab Inbat al-miyah al-Khafiya, al-Karaji mengkaji dan menyumbangkan pemikirannya
dalam ilmu ekstraksiair bawah tanah. Berkat kehebatannya, ia bahkan mendapat julukan
sebagai pelopor mesin tenaga air. Penguasaan di bidang ini meliputi masalah
penyediaan berbagai sarana air bersih, pengendalian gerakan air, serta penemuan
berbagai teknologi hidrologi. Teknologi pengeolaan yang dikenalkan al Karaji merupakan
metode pengelolaan air yang canggih yang membuat pasokan air di kota-kota
modern Islam tetap melimpah sehingga perkembangan kota tetap pesat.
Di usianya yang masih muda, ia telah melanglangbuana ke Baghdad. Di pusat
pemerintahan Kekhalifahan Abbasiyah, yang saat itu dikuasai Dinasti Buwaih, ia
memegang posisi tinggi dalam bidang administrasi, sekitar tahun 402 H/1011-1012 M.
Setelah itu dia kembali ke tanah kelahirannya.
Hal itu diungkapkan Mohammed Abattouy dalam karyanya bertajuk Muhammad
Al-Karaji: A Mathematician Engineer from the Early 11th Century. Menurut Abattouy,
pengusaan teknologi mesin air di dunia Islam telah melahirkan sebuah
revolusi pertanian yang berbasis pada penguasaan di bidang hidrologi.
Abattouy mengungkapkan, salah seorang ilmuwan Muslim yang menjadi peristis
di bidang mesin air adalah Muhammad al-Karaji. Ia adalah seorang ahli matematika dan
juga ahli mesin. Menurut Abattouy, pada masa itu, al-Karaji sudah mampu menjelaskan
tentang air bawah tanah dan segala perlengkapannya.
6. Al-Abbas ibn Said al-Jawhari atau Al-Jawhari
Al-Abbas ibn Said al-Jawhari atau Al-Jawhari adalah seorang matematikawan
Arab dan astronom yang menulis tentang Euclid‟s Elements dan menjadi yang pertama
untuk mencoba bukti dalil paralel. Beliau adalah seorang ahli geometri yang bekerja di
Rumah Kebijaksanaan di Baghdad dan dalam waktu singkat di Damaskus di mana ia
membuat pengamatan astronomi.
61
MTK K-13 Kelas 4 Semester 1

