Page 64 - MATEMATIKA KELAS 4
P. 64
sesuatu sejauh jangkauan pengetahuan manusia. Karena itu, al-Kindi dengan tegas
mengatakan bahwa filsafat memiliki keterbatasan dan bahwa ia tidak dapat mengatasi
problem semisal mukjizat, surga, neraka, dan kehidupan akhirat. Dalam semangat ini
pula, al-Kindi mempertahankan penciptaan dunia ex nihilio, kebangkitan jasmani,
mukjizat, keabsahan wahyu, dan kelahiran dan kehancuran dunia oleh Tuhan.
Al-Kindi mengumpulkan berbagai karya filsafat secara ensiklopedis, yang
kemudian diselesaikan oleh Ibnu Sina (Avicenna) seabad kemudian. Ia juga tokoh
pertama yang berhadapan dengan berbagai aksi kejam dan penyiksaan yang
dilancarkan oleh para bangsawan religius-ortodoks terhadap berbagai pemikiran yang
dianggap bid‟ah, dan dalam keadaan yang sedemikian tragis (terhadap para pemikir
besar Islam), al Kindi dapat membebaskan diri dari upaya kejam para bangsawan
religius-ortodoks itu.
9. Banu Musa
Banu Musa terdiri dari tiga bersaudara yang bekerja di Rumah Kebijaksanaan di
Baghdad. Risalah matematika paling terkenal mereka adalah kitab dari pengukuran
pesawat dan angka bulat, yang dianggap masalah yang sama seperti Archimedes
lakukan pada pengukuran lingkar, pada bola dan silinder.
Banu Musa melihat daerah lingkaran sedikit berbeda dari orang-orang Yunani
lakukan. Dalam penelitian mereka menerjemahkan, orang-orang Yunani memandang
volume dan area yang lebih dalam hal rasio, daripada memberikan mereka sebuah nilai
angka yang sebenarnya. Sebagian besar dari mereka berdasarkan pengukuran tersebut
relatif pada ukuran benda lain. Dalam salah satu publikasi yang masih hidup mereka
Kitab marifat masakhat al-ashkal Kitab Pengukuran Pesawat dan Angka Bulat) Banu
Musa memberi volume dan luas jumlah nilai. Ini adalah bukti bahwa tidak hanya
menerjemahkan materi Yunani dan menciptakan. Mereka benar-benar membangun
konsep dan datang dengan beberapa karya asli mereka sendiri.
64
MTK K-13 Kelas 4 Semester 1

