Page 10 - Dakwah Nabi Saw di Makkah1
P. 10
bertentangan dengan kondisi serta kebiasaan masyarakat masyarakat Makkah yang
menyembah berhala.
c. Memberi Khabar Tentang hari Pembalasan
Masyarakat Arab pra Islam tidak percaya kepada hari kebangkitan, hari
pembalasan, sampai ada diantara mereka bertanya-tanya, mana mungkin tulang-
belulang yang sudah hancur dapat dibangkitkan dan dihidupkan kembali. Padahal Islam
mengajarkan dan memperingatkan kepada manusia, bahwa dunia ini hanya sementara
dan tempat yang abadi adalah akhirat.
Nabi Muhammad memprioritaskan dakwahnya kepada ajakan untuk
mempercayai adanya hari pembalasan. Mereka perlu menjaga kehidupannya untuk
selalu sesuai dengan aturan dan tuntutan Allah Saw. Setiap kebaikan akan mendapat
balasan kebaikan. Sebaliknya setiap kejahatan akan mendapat balasan yang
setimpal.Nabi Muhammad berusaha menyakinkan para pengikutnya akan janji Allah
bagi orang yang beriman.
d. Merubah Perilaku Masyarakat Jahiliyah
Dalam tatanan kehidupan sosial masyarakat Arab pra Islam terdapat pada suatu
tradisi yang melanggar etika (akhlak) dan hak asasi manusia: seperti perjudian, minum-
minuman keras, perampok, perzinahan, dan perbuatan yang melangar hukum dan
tantanan sosial masyarakat. Sementara Islam selalu mengajarkan perbuatan terpuji,
seperti menolong sesama manusia, melarang melakukan fitnah, mengambil hak orang
yang bukan miliknya sendiri, melarang mabuk-mabukan, melarang perzinahan,
melarang penguburan bayi hidup-hidup, dan ajaran terpuji lainnya.
Kondisi masyarakat Makkah yang terkenal dengan masa jahiliyyah, bukan
mereka bodoh dalam intelektual, tapi mereka bodoh dalam prilaku yang cenderung
merusak tantanan sosial, dan tatatan pribadi. Mereka terbiasa melakukan judi,
pembunuhan dan meminum hamar.
Nabi Muhammad secara bertahap merubah prilaku-prilaku mereka sehingga
menjadi makhluk yang baik dan benar. Nabi Muhammad mencontohkan dalam
kehidupannya sehari-hari. Nabi Muhammad sudah terkenal dengan al-Amin sebelum
diangkat menjadi Nabi dan Rasul. Masyarakat Makkah mengakui akan kebaikan dan
kejujuran Nabi Muhammad Saw. Al Quran mengabadikan akhlak Nabi Muhammad
dalam surat Al Qalam ayat 4.
ٰ
ُ
﴾۴ : ملقلا﴿ ٍ مْيِظَع قلُخ ىلعَل َكَّنِاو
ٍ
َ
َ
Artinya . dan Sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.
27 Sejarah Kebudayan Islam MTs Kelas VII

