Page 13 - Bahan Ajar Kearifan Kota Kendal
P. 13
Dalam pelariannya Empu Pakuwaja merasa haus yang teramat. Ketika sampai di depan sebuah
rumah, Empu Pakuwaja segera memasukinya. Rumah itu sepi ditinggal penghuninya ke sawah. Empu
Pakuwaja memasuki rumah tersebut. Di atas meja dia melihat sebuah kendi berisi air nira yang akan
dimasak menjadi gula. Karena rasa haus yang tak tertahan, diapun segera meminum air tersebut dan
menghabiskannya. Karena kekenyangan minum air tersebut, akhirnya Empu Pakuwaja tertidur. Tak lama
kemudian dia terbangun karena mendengar suara pertengkaran dua orang yang ternyata adalah suami istri
yang mempunyai rumah itu. Mereka adalah Pak Singo dan Mbok Singo yang bertengkar karena air nira
yang akan dibuat menjadi gula habis. Mereka tidak tahu bahwa Empu Pakuwajalah yang telah
menghabiskan air tersebut. Karena merasa terganggu dengan keributan tersebut, tanpa banyak bicara
Empu Pakuwaja membunuh kedua suami istri tersebut. Tempat itu kemudian dikenal dengan nama
Singopadu ( padu = bertengkar ). Sunan Katong terus mengejar di belakang Empu Pakuwaja. Ketika dia
merasa Sunan Katong berada tak jauh darinya, maka Empu Pakuwaja bersembunyi di sebuah pohon
Kendal yang berlubang.
Ternyata Sunan Katong mengetahui tempat persembunyian Empu Pakuwaja
tersebut. Akhirnya Sunan Katong berhasil menangkap Empu Pakuwaja. Empu
Pakuwaja kemudian menyerah dan mengakui kesaktian dan ketinggian ilmu Sunan
Katong. Diapun bersedia menjadi pengikut Sunan Katong, bahkan dia menjadi murid
kesayangan. Tempat menyerahnya Empu Pakuwaja itu di kemudian hari dinamakan
Kendal. Selain nama pohon, Kendal juga berarti penerang, Sunan Katong berhasil
memberikan penerangan kepada Empu Pakuwaja dan membawanya kembali kepada
ajaran Islam yang sebenarnya.
10
Asal Mula Kota Kendal Versi 2

