Page 17 - Bahan Ajar Kearifan Kota Kendal
P. 17
Bahan Ajar
Unsur-Unsur Cerita Wali Joko
Dikisahkan dia adalah keturunan Raja Brawijaya V dari Majapahit, Setelah Majapahit runtuh maka
banyak bangsawan yang manyingkir, antara lain ke Demak. Wali Joko termasuk keturunan Majapahit yang
hijrah Demak dan pernah ikut menyerang Portugis di Malaka. Sepulang dari Malaka dia berguru agama
kepada Syekh Siti Jenar Akan tetapi dişarankan oleh sahabat-sahabatnya agar berguru kepada saudaranya
sendiri yang sudah menetap di Kaliwungu. Bergembiralah dia karena pada akhimya dapat bertemu dengan
saudaranya yang bernama Sunan Katong. Dia pun berguru kepada takoh tersebut hingga menjadi seorang
santri yang hebat. Sayang sekali, dia maninggal mandadak karena tersabet amukan Pakuwojo yang sedang
bertarung dengan Sunan Katong. Pada saat meninggal, dia belum sempat beristri. Itulah sebabnya dia
disebut Wali Joko. Kehebatan Wali Joko adalah membuat şaluran atau sungai dengan menaiki tongkatnya.
Şampai tempat berhentilah dia karena sudah terdengar ayam berkokok penanda waktu
subuh. Di tempat itu Wali Joko melantunkan azan subuh. Anehnya terdengar orang yang
menjawab azan itu padahal berada cukup jauh dari pemukiman. Ternyata berasal dari
seorang ulama juga, yaitu Kiai Hamzah atau Kyai Gembyang. Selian itu berdatangan juga
banyak orang dari desa dan mengaku mendengar adzan juga. Mereka pun melaksanakan
sholat berjamaah yang segera diikuti banyak orang di sekitarnya., Tempat itulah yang
diperkirakan menjadi lokasi berdirinya Mesjid Besar Kendal. Dengan demikian Wali Joko
dişebut juga sebagai pendiri Masjid Kendal.
14
Wali Joko

