Page 47 - 01_Kelas_02_SD_Agama_Islam_dan_Budi_Pekerti_Guru_148.pdf
P. 47

Kita rela menghormati dan menyayangi orang yang telah menyayangi kita
                         sejak kecil hingga sekarang. Bagaimana cara menghormati orang tua?
                         Jangan sekali-sekali kita mengecewakan mereka.
                         Jangan  sekali-sekali  kita  berkata  kasar  di  hadapan  mereka  dan  kepada
                         mereka.

                         Untuk  melakukan  segala  kegiatan,  kita  harus  minta  izin  orang  tua.  Jika
                         diizinkan maka Alhamdulillah, jika tidak diizinkan pasti mereka lebih tahu
                         mana yang baik dan mana yang tidak baik. Kita harus menuruti apa pun
                         yang dinasehatkan orang tua kita.

                         Biasakanlah mencium tangan orang tua saat kita akan pergi atau pulang
                         dari sekolah atau bepergian.  Apabila kita sedang dinasehati, kita terbiasa
                         mendengarkan  dan  mematuhinya.    Jika  kita  tidak  suka  nasehatnya,  kita
                         tidak boleh marah-marah, apalagi membentak keduanya.
                         Kita harus dapat mendengarkan apa pun yang dinasehatkan orang tua.
                         Kita harus dapat bertutur kata  sopan dan baik di hadapan mereka.
                         Kita  ikhlas  menghormati  ayah  dan  ibu  yang  telah  membesarkan  kita.
                         Begitulah kewajiban kepada mereka, atas jasa-jasa baik keduanya itu pun
                         tidak akan terbayarkan.

                         Maka,  kita  harus  mendoakan,  semoga  jerih  payah  mereka  dalam
                         membesarkan  kita  dibalas  pahala  yang  besar  oleh  Allah  Swt.  Jika  ada
                         kesalahan  sedikit  saja  yang  dilakukannnya  semoga  Allah  mengampuni
                         segala dosa-dosanya.

                         Itulah makna keikhlasan berbakti kepada kedua orang tua kita.
                         Dalam  al-Qur’ān  Allah  berpesan,  "...  maka  sekali-sekali  janganlah
                         mengatakan  kepada  keduanya  perkataan  "ahh"  dan  janganlah  kamu
                         membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia".
                         (al-Isrā'/17:23)
                         Rasulullah saw. pernah ditanya oleh sahabatnya: siapakah orang yang paling
                         wajib saya hormati?
                         Beliau menjawab: Ummuka (ibumu).
                         Sahabat bertanya: lalu kepada siapa?
                         Jawab Nabi: Ummuka (ibumu)
                         Sahabat bertanya lagi (untuk ke tiga kali): lalu kepada siapa?
                         Jawab Nabi: Ummuka (ibumu)
                         Keempat kalinya sahabat bertanya: lalu kepada siapa?
                         Jawab Nabi: ayahmu (HR. Muttafaqun alaih. Dari Abu Hurairrah r.a.).

                         Nabi Muhammad saw. juga bersabda, "Surga berada di bawah telapak kaki
                         ibu".  (HR. Hakim dan Muslim. Riwayat Anas bin Malik)
                         Jadi, jika kita ingin dicintai oleh Allah, hormatilah dan sayangi orang tua
                         kita. Jika kita ingin masuk surga, hormatilah ibu kita, juga ayah kita.



                                                                                  Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti   35
   42   43   44   45   46   47   48   49   50   51   52