Page 17 - MODAL MODUL
P. 17

d.     Katalis
                    Buah yang dikarbit, Amankah?                   Katalis adalah zat yang ikut serta
            Selain  menunggu  buah  matang  di  pohon,  para
         petani  sudah  mengenal  proses  pematangan  buatan       dalam  reaksi  dan  mempercepat
         secara  tradisional  dengan  cara  memeram  buah          laju  reaksi,  tetapi  setelah  reaksi
         dengan karbit (kalsium karbida). Karbit yang terkena
         uap  air  akan  menghasilkan  gas  asetilin  yang         berhenti    akan     terbentuk     zat
         memiliki  struktur  kimia  mirip  dengan  etilen  alami,   katalisator  kembali.  Suatu  katalis
         zat yang membuat proses pematangan di kulit buah.
            Meski  pengarbitan  buah  ini  tidak  memengaruhi      mungkin  dapat  terlibat  dalam
         kandungan gizi dalam buah, dr Fiastuti Witjaksono,        proses  reaksi  atau  mengalami
         Sp  GK,  tidak  merekomendasikan  konsumsi  buah-
         buahan tersebut.                                          perubahan         selama        reaksi
         “Idealnya buah itu matang di pohon. Walaupun saya
         tidak secara khusus menekuni tentang zat kimia yang       berlangsung,  tetapi  setelah  reaksi
         dipakai untuk pematangan buah, dikhawatirkan gas          itu  selesai  maka  katalis  akan
         dari  karbit  ini  menempel  di  kulit  dan  diserap  ke
         dalam  daging  buah.  Kalau  tertelan,  hal  ini  tentu   diperoleh  kembali  dalam  jumlah
         menimbulkan dampak berbahaya” kata ahli gizi dari         yang     sama.     Apabila     katalis
         klinik semanggi ini.
                                                                   tersebut  dapat  mempercepat  laju

                                                                   reaksi maka dikenal dengan istilah

               katalisator, namun apabila katalis tersebut memperlambat laju suatu reaksi maka

               disebut inhibitor atau katalis negatif.





                  Berdasarkan wujud atau fasanya, katalis dibedakan menjadi katalis homogen dan

           katalis  heterogen.  Disebut  katalis  homogen  apabila  wujud  atau  fasa  katalis  tersebut

           sama dengan fasa zat pereaksinya, begitu pula sebaliknya, apabila fasa katalis berbeda

           deng  an fasa zat pereaksinya maka disebut katalis heterogen. Contohnya misalnya pada

           reaksi
                 pembentukan  gas  SO3,  pada  reaksi  tersebut  dapat  digunakan  gas  NO  dan  gas
           NO2, maka gas NO dan gas NO2 tersebut disebut katalis homogen, karena fasa atau

           wujudnya sama, yaitu sama-sama gas.











                                                           12
   12   13   14   15   16   17   18   19   20   21   22