Page 240 - SENI BUDAYA KLS 9 - BUKU GURU
P. 240

smpyapiaparung ©®
   smpyapiaparung ©®


                     (i)   Simetris. Desain simetris adalah desain yang dibuat dengan
                         menempatkan garis-garis anggota badan yang kanan dan yang
                         kiri berlawanan arah tetapi sama.

                     (j)   Asimetris. Desain asimetris adalah desain yang dibuat dengan
                         menempatkan garis-garis anggota badan yang kiri berlainan
                         dengan yang kanan. Desain ini menarik dan dinamis, tetapi agak
                         kurang kokoh dalam menggarap sebuah tarian.

                     c. Dinamika
                         Dinamika adalah kekuatan dalam yang menyebabkan gerak
                     menjadi hidup dan menarik. Dinamika dapat diatur secara mekanis
                     sehingga memberikan efek-efek kekuatan dalam menghasilkan
                     gerak. Hal ini sangat tergantung pada tenaga dan desain gerak yang
                     direncanakan.
                         Ada beberapa faktor yang berkaitan dengan penggunaan tenaga
                     yaitu:
                     1.  Intensitas: banyak sedikitnya tenaga yang digunakan dalam
                         melakukan gerak.
                     2.  Aksen/tekanan: penggunaan tenaga secara tidak rata yaitu ada
                         yang menggunakan tenaga sedikit atau pula banyak/besar.

                     3.  Kualitas: cara menyalurkan gerak sesuai dengan desain yang
                         dikehendaki.

                         Dinamika bisa diwujudkan dengan berbagai teknik. Pergantian
                     level yang diatur tinggi, rendah dapat melahirkan dinamika.
                     Pergantian tempo dari lambat ke cepat dan sebaliknya, pergantian
                     tekanan gerak dari lemah ke kuat dan sebaliknya, pergantian cara
                     menggerakkan badan atau anggota badan dengan gerak yang patah-
                     patah dan mengalun bergantian dan sebaliknya, semua itu dapat
                     menimbulkan dinamika. Gerak mata yang penuh kekuatan dapat
                     menimbulkan dinamika. Bahkan pose diam yang dilakukan dengan
                     ekspresi memiliki dinamika pula.
                         Untuk mencapai dinamika diperlukan teknik yang berkaitan
                     dengan pengolahan tempo gerak, yaitu:

                     1.  Accelerando  adalah dinamika atau lebih tepat teknik dinamika
                         yang  dicapai dengan mempercepat tempo.

                     2.  Ritardado adalah teknik memperlambat tempo gerak.
                     3.  Crescendo adalah teknik memperkuat / memperkeras gerak.





                                                                           Seni Budaya       229
   235   236   237   238   239   240   241   242   243   244   245