Page 241 - SENI BUDAYA KLS 9 - BUKU GURU
P. 241

smpyapiaparung ©®
   smpyapiaparung ©®


                  4.  Decrescendo adalah teknik memperlambat gerak.
                  5.  Piano adalah gerak yang mengalir atau berkesinambungan.

                  6.  Forte adalah gerak yang menggunakan tekanan.
                  7.  Staccato adalah teknik gerak patah-patah.

                  8.  Legato adalah gerak yang mengalun.

                 d.  Pola lantai Kelompok
                      Pola lantai tari solo atau duet, lain sekali cara penggarapannya
                  dengan pola lantai tari kelompok. Apabila tari solo elemen-elemen
                  koreografi  seperti desain lantai, desain atas, desain musik, desain
                  dramatik, dinamika merupakan elemen-elemen yang harus ada,
                  maka untuk koreografi  kelompok masih memerlukan satu desain lagi
                  yaitu desain kelompok.

                      Ada lima bentuk desain kelompok, yaitu unison atau serempak,
                  balanced atau berimbang, broken atau terpecah, alternate atau selang
                  seling, dan canon atau bergantian. Perpaduan antara bentuk yang
                  satu dengan bentuk yang lain akan lebih memaniskan koreografi .
                  Selain itu bentuk-bentuk desain kelompok tersebut masing-masing
                  memiliki kekuatan menyentuh perasaan penonton yang khas.

                  (a)   Secara singkat desain  unison (serempak) akan memberikan
                      kesan teratur. Desain unison yang menggunakan desain lantai
                      huruf V atau ^ terbalik memberikan kesan intelektual dan
                      manis. Sedangkan yang menggunakan desain lantai lingkaran
                      akan memberikan kesan spiritual.
                  (b)  Desain balanced atau berimbang pada koreografi  kelompok ialah
                      desain yang membagi sejumlah penari menjadi dua kelompok
                      yang sama, masing-masing ditempatkan pada dua desain lantai
                      yang sama di atas stage bagian kanan dan bagian kiri. Desain
                      ini memberikan kesan teratur dan kesan isolasi pada masing-
                      masing kelompok. Kesan teratur ini tercapai bila masing-masing
                      selain menggunakan desain lantai yang sama, juga menggunakan
                      desain atas dan desain musik yang sama.
                  (c)   Desain broken atau terpecah, setiap penari memiliki desain lantai
                      dan desain atas sendiri. Dengan broken ini memberikan kesan
                      isolasi dari tiap-tiap penari. Desain broken menuntut kecermatan
                      dari koreografer terhadap masing-masing penari, sebab pola
                      lantai ini mirip dengan pola lantai dari beberapa pola lantai solo.






                230 Kelas IX SMP/MTs
                    Buku Guru
   236   237   238   239   240   241   242   243   244   245   246