Page 15 - Edisi 146 November 2016 | Majalah Komunitas LAZIS Sabilillah Malang
P. 15
anus, benjolan ini biasanya bisa di parah, konsultasikan kepada dokter. Pe me- karena itu periksalah ke dokter ketika
dorong kembali ke dalam setelah buang riksaan pendarahan rektum harus dilakukan mengalami BAB berdarah. Jika gejala ambeien
air besar. ketika terjadi. Ini bertujuan agar dokter bisa yang Anda alami mulai berpengaruh pada
• Mengalami gatal-gatal di sekitar anus. mengetahui kemungkinan kondisi yang lebih kebiasaan buang air besar atau jika darah
• Keluarnya mukosa atau lendir setelah serius. berwarna kehitaman, banyak dan berlangsung
buang air besar. lama, adanya gumpalan darah, atau darah
• Rasa sakit, memerah dan pembengkakan Kapan Harus ke Dokter? bercampur dengan tinja, maka segeralah
di sekitar anus. BAB berdarah adalah gejala wasir yang berkonsultasi dengan dokter. Segera ke UGD
Hemoroid biasanya tidak sakit, kecuali paling sering. Tapi BAB berdarah dapat jika mengalami perdarahan yang hebat dengan
jika aliran darah melambat atau terganggu. terjadi karena penyakit lainnya, termasuk gejala penglihatan kunang-kunang, sem po-
Jika Anda mengalami gejala hemoroid yang kanker kolorektal dan kanker dubur. Oleh yongan, pusing atau pingsan.
Psikologi Parenting Diasuh oleh: Muhammad Mahpur
Dosen Psikologi UIN Maliki Malang
Dag Dig Dug Prestasi Akademik Anak
(Bagian 2 Habis)
SAYA sudah mengondisikan anak saya belajar Orang tua menjadi pendamping yang ini. Jika peluang itu masih ada, maka ketekunan
meskipun dengan caranya sendiri anak belajar. menyejukan emosi anak saat belajar. Anak akan membuahkan hasil di kemudian hari
Bahkan dia memilih les menjelang ujian akhir diupayakan belajar dalam kondisi stabil emosinya. oleh karena kemampuan bersabar pada setiap
tetapi mengapa hasilnya tidak positif. Di saat nilai anak tidak sesuai harapan sementara orang. Maka orang tua harus melatih anak-
Ya, saya memaklumi dan tidak memuja hasil anak terlihat belajar dengan tekun, maka modal anak untuk menjaga ketekunan dan selalu
instan dari try-out. Saya memahami anak saya dasar anak harus dilihat dari kemauan berproses menyejukkan hati agar anak tidak terpaku
tidak bisa langsung mencapai target cepat dan dan hasil itu tidak harus menjadi bayang-bayang kepada hasil instan yang sementara tetapi
maksimal. Apalagi mengenai ranking. Saya terhadap proses. Orang tua tetap memberi lupa, lantas adanya pembentukan proses
juga tidak memaksa anak saya dengan ranking. penguatan dan meredam kondisi di luar yang ketekunan tidak dikenali oleh orang tua.
Saya melihat anak saya bukan di hasil, tetapi berhaluan kompetisi yang cenderung membanding- Di sinilah peran penting orang tua agar bisa
di bagaimana caranya anak berproses. Pada saat bandingkan. Orang tua tidak seharusnya mencemari membedakan mana hal yang penting dibentuk
menjelang ujian akhir, dia memiliki usaha agar semangat tersebut dengan membanding- dalam pribadi anak. Orang tua boleh galau melihat
terus belajar sampai dia akhirnya memutuskan bandingkan hasilnya dengan temannya atau prestasi anak, tetapi segera bisa mengelolanya
untuk les mata pelajaran tertentu. Kami pun selalu mengukur dari peringkat kelas. dan menyadarinya bahwa orang tua adalah
tidak bisa mencegah karena selama ini dia tidak Alhamdulilah, anak tersebut pada saat ujian kendali positif yang penting dalam menormalisasi
pernah mengikuti les. akhir, nilainya di atas rata-rata kelas, dan kemampuan diri anak secara stabil. Sebuah
Proses ini memperlihatkan indikasi ketekunan. berbanding terbalik dengan nilai try-out. Apa penelitian menunjukkan bahwa peran orang
Saya melihat ketekunan adalah sebuah proses maknanya ? Anak-anak didukung untuk memiliki tua sangat penting dalam memenuhi kebutuhan
bahwa anak belajar denganistiqomah meskipun emosi stabil. Orang tua yang stabil sebagai dasar psikologi bagi anak, bahkan pada usia
hasilnya tidak segera kelihatan. Ketekunan pendamping anak menciptakan aura lingkungan remaja sekalipun (Muna dan Sa’diyah, 2015).
inilah yang diutamakan bukan hasil try-out yang terdekat menjadi nyaman. Anak tetap konsentrasi Kehadiran positif orang tua yang tepat
bersifat sementara dan uji coba. Ketika beberapa pada ketekunan. Ketekunan adalah proses menyumbangkan kualitas perkembangan
orang tua ingin segera melihat hasil prestasi yang berharga. Keinginan adalah godaan. mental dan karakter anak. Makanya, ketika
secara lebih cepat, maka saya melihat dan Banyak anak-anak hari ini yang ingin mengejar anak berada dalam keadaan yang tidak mencapai
berusaha menyeimbangkan emosi anak saya keinginan dengan segera, sementara banyak idealisme yang diharapkan, sikap yang tepat
agar tidak dikejar-kejar hasil. Keseimbangan yang enggan berproses dengan tekun. akan melahirkan kualitas eksternal anak tetap
emosi dan semangat belajar dihargai dan dijaga Bagi saya ketekunan itu adalah modal hidup beraura positif. Aura positif menjadi energi
agar anak tidak tertekan bertubi-tubi dari dan karakter yang perlu dipelihara, sementara yang membentengi anak untuk tetap berada
sekolah yang lebih kompetitif dan orang tua hasil selalu disikapi bukan sebagai capaian dalam alur perkembangan yang memadahi.
yang selalu merasa khawatir, lantas orang tua yang permanen/tetap atau capaian yang masih Semoga kita tetap selalu bisa menjaga aura
mendorong agar nilainya baik. mungkin untuk dikejar tidak pada hanya hari positif tersebut.
Redaksi menerima pertanyaan dari jamaah, donatur, muzaki dan sahabat Sabilillah yang berkaitan dengan permasalahan -permasalahan
keagamaan atau ibadah, kesehatan maupun psikologis parenting. Pertanyaan bisa dikirim melalui nomor-nomor SMS centre yang ada, melalui
web http://sabilillahmalang.org, akun FB dan email: lazissabilillah@gmail.com atau diserahkan secara langsung ke kantor masjid
Sabilillah setiap hari pada jam kerja.
Majalah Komunitas Sabilillah 15
Edisi 146 / November 2016 / Thn: 07

