Page 13 - Edisi 146 November 2016 | Majalah Komunitas LAZIS Sabilillah Malang
P. 13

”Santuni Aku Terus Bahkan




                     Ketika Aku Sudah Mati”




       MBAH Sumiah (Janda 73 tahun).                                                  Mbah Sumiah sering berpesan kepada
      Salah satu lansia binaan LAZIS Sabilillah                                      petugas LAZIS Sabilillah yang ada di
      yang tinggal di sekitar belakang pasar                                         kantor agar tidak berhenti memberikan
      Blimbing Kota Malang, ia hidup sebatang                                        santunan untuknya walupun kelak ketika
      kara, berpindah-pindah dari kontrakan                                          ia telah meninggalkan dunia ini, “masio
      satu ke kontrakan yang lain, setiap bulan                                      aku mben wis mati, aku tetep jaluk santunan
      setidaknya 2 kali mbah Sumiah datang                                           teko Sabilillah yo mbak.. mas.., kirimono
      ke kantor LAZIS Sabilillah untuk meminta                                       aku dungo kirimono aku fatekhah, aku
      bantuan sekedar untuk makan sehari                                             wedi lek wis mati gak ono sing dungakno“
      hari dan bayar kontrakan. Mau bagaimana                                        (Jika kelak saya sudah tiada, saya tetap
      lagi, sebagai seorang janda lanjut usia                                        minta santunan dari Sabilillah ya mbak,
      yang sudah pasti tak ada penghasilan                                           mas. Mohon doakan saya, kirimi saya
      karena memang tak ada lagi yang bisa                                           doa, kirimi fatekhah, saya takut jika saya
      diharapkan dengan keadaan dan usianya                                          telah tiada nanti tidak ada yang mendoakan).
      yang semakin senja.                                                            Namun lepas dari itu, mbah Sumiah juga
       Selalu ada cerita yang ia sampaikan                                           seorang yang sangat berbudi luhur, tak
      ketika dikantor LAZIS Sabililah, tentang                                       serta merta setelah menerima bantuan
      kesehariaanya hingga masalah                                                   lantas dia pergi begitu saja, tanpa diminta,
      kesehatanya, ia juga sering bercerita                                          sembari berpamitan dengan mata berkaca-
      bahwa meskipun dengan keadaanya yang                                           kaca senantiasa terucap dari bibirnya do’a
      seperti sekarang ini tak pernah terlintas                                      – do’a tulus untuk para donatur dan pengurus
      dibenaknya untuk mengemis dijalanan                                            LAZIS Sabilillah “wis.. pokok e tak
      seperti kebanyakan orang saat ini, biarlah                                     dungakno sing mbantu aku iki tak dungakno
      sudah apa adanya, hanya bisa pasrah                                            rejekine barokah, seger waras, slamet dunyo
      dan yakin bahwa Allah tidak akan pernah                                        ahirat.. mbah e iki gak iso mbales opo-opo..
      membiarkan hambanya kelaparan,                                                 iso e mung matursuwun.. (saya doakan
      Alhamdulillah selain dapat bantuan dari                                        yang telah membantu saya ini saya doakan
      LAZIS Sabilillah, selalu saja ada orang                                        rejekinya berkah, sehat walafiat, selamat
      datang, tetangga kanan kiri sekedar                                            dunia ahirat.. mbah ini tidak bisa membalas
      memberinya makanan meskipun tak                                                apa-apa selain terimakasih) Mbah Sumiah
      selalu setiap hari dan tak selalu bisa                                         juga tak pernah mau diantar pulang, meski
      makan 3 kali sehari, dua kali sehari makan                                     berjalan kaki tertatih-tatih dengan sebilah
      seadanya baginya sudah lebih dari cukup                                        tongkat ditangannya, sambil berolahraga
      bahkan tak jarang hanya sekali saja.   Mbah Sumi’ah penerima santunan rutin lansia.  katanya, kalaupun terpaksa dirasa letih
      Yang terpenting ia terus bisa melanjutkan                                      biasanya ia meminta tukang becak yang
      kehidupannya, dan bisa beribadah kepada Allah dengan baik.  Sesekali   mangkal dideretan sebelah Masjid Sabilillah untuk mengantarnya pulang.
      saja ketika ia merasa segar dan sehat, ia berjalan kaki disekitaran   Masih banyak lagi Mbah Sumiah – Mbah Sumiah yang lain disekitar
      kampung tempat ia tinggal kadang juga disekitar belakang pasar   kita..
      untuk mengumpulkan kardus-kardus bekas dan kemudian ia jual.  Ayo “Berbuat Baik” bersama LAZIS Sabilillah (*Red)



      Sambungan dari halaman 3             Sholat itu membuat semua menjadi indah.  rakaat sholat dhuha, 4 rakaat atau hingga
                                           Rosulullah SAW berkata”Barangsiapa yg  6 rakaat. Itulah pesan baginda Rosulullah
       Tidak ada amalan dan ibadah yang dilakukan  shalat subuh maka dia berada dalam jaminan  SAW. Begitulah nikmat dan mulyanya menjadi
      oleh seorang hamba melebihi ibadah sholat  Allah”. Jangan biarkan pagi terlewatkan  umat Rosulullah SAW. Mulya di dunia dan
      fajar. Beruntung sekali orang yang bangun  begitu saja, hiasilah rumah kita dengan  kelak memperoleh syafaatnya. Bersykur itu
      dipagi hari, usai memuji Allah SWT kemudian  alutan ayat-ayat suci Al-Quran, tasbih  bukan saja memperoleh nikmat Allah SWT.
      mengambil air wudu. Dilanjutkan sholat sunnah.  dan asmaul khusna. Basahi bibir merah  Ketika memperoleh ujian juga harus bersyukur
      Rosulullah SAW bersabda”Dua rakaat shalat  kita dengan dzikir dan sholawat dan salam  karena itu bertanada Allah masih ingat dan
      sunnah subuh lebih baik daripada dunia dan  atas Rosulullah SAW Agar rumah kita  sayang dengan kita.   Ketika tetangga
      seluruh isinya.”(HR. Muslim).        makin indah nan berkah.              mendapatkan nikmat justru kita mengucapkan
       Makna hadis itu begitu dalam, dimana   Keluarga juga sakinah, anak-anak menjadi  Alhamdulillah. Dan berharap agar Allah
      seseorang akan merasa dekat dengan-Nya  sholih dan sholihah. Tidak lupa  ketika  SWT senantiasa menjaga keimanan sesamanya.
      dan begitu damai dalam dekapan-Nya.  matahari mulai terbit dilanjutkan dengan 2  (ADZ.2016)

                                                                                              Majalah Komunitas Sabilillah   13
                                                                                       Edisi 146 / November 2016 / Thn: 07
   8   9   10   11   12   13   14   15   16   17   18