Page 7 - Edisi 146 November 2016 | Majalah Komunitas LAZIS Sabilillah Malang
P. 7
Apakah Sah Shalat Berjamaah
dengan Shaf Terputus?
O l e h : (Bagian 3)
H. Anas Basori Alwi
ZAYALA’I mengatakan bahwa
hadits di atas adalah hadits gharib
(asing) yang dirafa’kan (dikatakan
bersambung pada Rasulullah s.a.w.
mauquf (terputus) pada perkataan
Ibnu Mas’ud sehingga dianggap
sebagai atsar (perkataan) Ibnu
Mas’ud dan bukan sabda Rasulullah
s.a.w. (Nashab Ar-Raayah Jilid 2
Hal. 36)
Ada juga yang berdalil dengan
perkataan Umar bin Khattab r.a.
sebagai berikut :
Umar r.a. berkata : “Seorang
makmum yang terpisah dengan
imam oleh sungai atau jalan atau
barisan wanita maka shalatnya
tidak sah”
Namun Imam Nawawi berkata belakang beliau sedangkan Ummu bahwa hadits di atas adalah hadits Tidak mengapa pula jika ada pemisah
: “atsar tersebut tidak ada asalnya” Sulaim berdiri di belakang gharib (asing) yang dirafa’kan atau terhalang jalan, sungai besar
. Atsar yang diriwayatkan dari kami.”(H.R. Bukhari No. 824 No. (dikatakan bersambung pada Ra- yang bisa dilalui perahu dan dapat
Umar melalui jalur Laith bin Abi 685) sulullah s.a.w.) Yang benar adalah direnangi. (Fiqhul Islam
salim dari Tamim adalah dla’if Maka hadits-hadits di atas me- hadits tersebut mauquf (terputus) Wa’adillatuhu Jilid 2 Hal 353)
karena Laith ini adalah perawi nunjukkan urutan shaf wanita yang pada perkataan Ibnu Mas’ud se- Al Hasan berkata : “Tidak mengapa
dla’if dan Tamim tidak dikenal harus di belakang shaf laki-laki. hingga dianggap sebagai atsar engkau shalat sedangkan antara
(majhul). Sehingga atsar ini tidak Ibnu Hajar Asqolani mensyarah (perkataan) Ibnu Mas’ud dan bukan engkau dan imam terdapat su-
dapat dijadikan dalil. hadits di atas mengatakan : “Hadits sabda Rasulullah s.a.w. (Nashab ngai”(Fathul Bari Jilid 4 Hal. 397)
Hadits yang shahih menyebutkan di atas menjadi dalil bahwa wanita Ar-Raayah Jilid 2 Hal. 36) Imam Malik bin Anas (Madzhab
tentang urutan shaf dalam shalat jika sendirian tetap tidak boleh Sedangkan menurut Mazhab Maliki) berpendapat adanya peng-
adalah sebagai berikut : satu shof dengan barisan laki-laki Maliki, Hambali dan Syafi’i hadits halang baik sungai jalan atau tem-
Telah bercerita kepada kami dan sah membentuk barisan walau yang menyebutkan tentang urutan bok tidak mencegah sahnya shalat
Abu Ahmad dan Abdullah bin Al hanya seorang diri. Hadits ini shof wanita di belakang laki-laki berjamaah selama ia bisa me-
Walid berkata; telah bercerita menjelaskan bahwa wanita tidak adalah sunnah namun tidak mem- ngetahui gerakan imam dan dapat
kepada kami Sufyan dari Abdullah boleh masuk barisan laki-laki batalkan shalat barisan laki-laki mendengar takbirnya (komando
bin Muhammad bin “Aqil dari karena dikhawatirkan menimbulkan maupun barisan wanita seandainya gerakan imam). Hal ini mengambil
Jabir dari Nabi s.a.w. bersabda: fitnah bagi laki-laki. Walaupun shof wanita sejajar dengan laki-laki. keumuman hadits:
“Sebaik-baik shof laki-laki adalah demikian, apabila wanita menyalahi Demikian pula jika ada seorang Dari Anas bin Malik, beliau
yang terdepan, yang paling jelek hal ini shalatnya tetap sah menurut wanita atau barisan wanita berada ber sabda: “Sesungguhnya di ja-
adalah yang terakhir, sejelek-jelek jumhur ulama kecuali madzhab di shof laki-laki tidak batal shalatnya dikannya imam itu untuk di-
shof wanita adalah yang terdepan Hanafi. orang yang berada di sampingnya ikuti.”(H.R. Bukhari No. 365 dan
dan yang terbaik adalah yang Menurut madzhab Hanafi rusak atau belakangnya atau di depannya Ad-Darimi No. 1228)
terakhir”. (H.R. Ahmad No. 14024) shalatnya laki-laki jika masuk di maupun shalat si wanita itu sendiri, Maka Imam Malik berpendapat
Ada juga yang berdalil dengan dalamnya seorang wanita. Pendapat melainkan hanya berkurang sepanjang makmum dapat me-
hadits : ini berdasarkan perkataan Ibnu kesempurnaanya (Fiqhul Islam Wa ngikuti gerakan imam, dan dapat
Telah menceritakan kepada kami Mas’ud : “Tempatkanlah mereka “Adillatuhu Jilid 2 Hal. 361Shaf mendengar suara takbir imam,
Abu Nu’aim berkata, telah dibelakang sebagaimana Allah Diselingi Jalan dan Sungai“ sah shalat berjamaahnya walaupun
menceritakan kepada kami Ibnu menempatkan mereka”. Maka Imam Syafi’i berpendapat jika terhalang jalan, sungai atau lainnya
“Uyainah dari Ishaq bin “Abdullah menurut Imam Hanafi perintah Imam berada di dalam masjid kecuali shalat jum’at yang memang
dari Anas bin Malik r.a., ia berkata, ini mengindikasikan wajib sehingga sedangkan makmum ada di luar disyaratkan agar barisannya
“Nabi s.a.w. pernah melaksanakan jika dilanggar rusaklah shalatnya. masjid maka tidak mengapa jika bersambung.
shalat di rumah Ummu Sulaim, (Fathul Bari Jilid 4 Hal. 394) terpisah sampai jarak 300 depa
maka aku dan anak yatim ikut di Namun Zayala’i mengatakan terhitung dari akhir bangunan masjid. (Bersambung)
Majalah Komunitas Sabilillah 7
Edisi 146 / November 2016 / Thn: 07

