Page 9 - Edisi 146 November 2016 | Majalah Komunitas LAZIS Sabilillah Malang
P. 9

KH Mustain Samsuri






                                                    (Bagian 2 Habis)

       PESANTREN Darul Quran
      jika di artikan dengan bahasa
      Indonesia berbunyi “Rumah/
      Perkampungan  Al-Quran”.Dengan
      kata lain, KH Mustain Samsuri
      sudah berusaha membumikan
      Al-Quran dalam sebuah rumah
      dan perkampungan. Oleh karena
      itu, beliau membaur dengan mas-
      yarakat setempat, berbusana                                                           Oleh:  Abd Adzim Irsad
      sederhana, sehingga tidak membuat
      mas yarakat setempat dan santri                                                     Adapun cara yang digunakan
      sungkan (pekewoh). Budi pe-                                                         (methode), masih memakai
      kertinya, mirip dengan sang guru                                                    methode Al-Bagdadi, sebagaimana
      yait KH Arwani yang sangat tawadu                                                   yang digunakan oleh pengajar
      (rendah hati).                                                                      Al-Quran di Masjid Nabawi. Kyai
       Walaupun pesantrennya tidak                                                        Mustain Samsuri, mulai ngajar
      besar dan juga tidak megah, tetapi                                                  ngaji Al-Quran dikediaman itu
      ratusan santri yang sudah berhasil                                                  sejak tahun 1975, dengan methode
      menamatkan Al-Quran di bawah                                                        klasik.
      asuhannya langsung. Santri-santi                                                      Cahaya Al-Quran benar-benar
      sekarang sudah menjadi pegajar                                                      menerangi kampung santri Si-
      Al-Quran. Inilah pesan utama                                                        ngosari, sebagian besar santri yang
      dari Rosulullah SAW terhadap                                                        datang rupanya karena memang
      pegiat Al-Quran, yang artinya                                                       benar-benar ingin mendalami kitab
      “sebaik kalian adalah orang yang                                                    suci Al-Quran.  Menurut Al-
      belajar Al-Quran dan me nga-                                                        Marhum Dr. Safaat “beberapa
      jarkannya” (HR Muslim). Secara                                                      santri ada yang menuturkan
      tidak langsung, KH Mustain                                                          keinginannya untuk nyantri setelah
      Samsuri telah menebarkan Al-                                                        orangtuanya bermimpi bertemu
      Quran keseluruh pelosok Nusan-                                                      dengan beliau (Kyai Mustain),
      tara. Dengan demikian, KH telah                                                     termasuk Gus Nahru yang kini
      mendapatkan balasan surga Allah                                                     jadi menantunya, adapula yang
      SWT.                                                                                hanya sekadar tabarrukan, belajar
       Seorang ulama besar yang                                                           qiraah sab’ah, maupun yang
      bernama Dr. Abdul Wahid, dosen   sulullah SAW, dimana orang yang   Quran.           menyiapkan hafalan untuk studi
      bahasa Arab di Umm Al-Qura   datang kepada Rosulullah SAW   Prof.Dr.  Nurul  Murtadho   di Timur Tengah”.
      University sering mengatakan   dari berbagai suku dan wilayah,   mengatakan “KH Mustain biasanya   Kepada santri-santi yang sedang
      kepada mahasiswanya yang hafal   seperti; dari kalangan Bani Israil,   mengawali dengan mengajari   menghafalkan Al-Quran dilarang
      Al-Quran “wahai Anakku, kalian   Yaman, Persia, Habasy (Afrika).   membaca Al-Fatihah, setelah   puasa senin dan kamis. Tujuanya
      penghafal Al-Quran, aku memu-  Mereka datang untuk belajar   bagus, maka dilanjutkan dengan   bukan larangan, tetapi agar semua
      lyakan kalian karena engkau   langsung kepada Rosulullah SAW.   membaca dan mendalami Juz   santri tidak ngantuk di dalam
      membawa Al-Quran di dadamu”.   Setiap persoalan, selalu ditanyakan   Amma”. [1] alasannya sangat   menghafalkan Al-Quran. Sebab,
      Padahal beliau juga seorang ulama   kepada Rosulullah SAW.  logis, karena Al-Fatihah itu setiap   sebagian orang pada umumnya,
      besar lulusan Universitas Al-Azhar   Begitu juga dengan santri-santi   saat dibaca ketika melaksanakan   ketika dalam kondisi lapar, justru
      Al-Syarif Mesir yang notabene   KH Mustain Samsuri, mereka   sholat lima waktu, begitu juga   kurang focus dalam belajar.
      orang yang menguasai Al-Quran   datang dari berbagai wilayah   dengan juz amma yang setiap   Sementara, belajar Al-Quran itu
      dan ilmu-ilmu lainnya. Begitulah   Indonesia, seperti; Jawa, NTB,   saat dibaca pada sholat lima waktu.  memerlukan tenaga yang prima
      cara beliau memulyakan orang-  Kalimantan, Sumatera, Sulawesi,   Santri-santri yang datang di-  dan focus yang prima.
      orang yang hafal Al-Quran.  Jawa, Madura, Bali, Malaysia,   berbagai wilayah Nusantara, semua
       Model pendidikan di pesantren   Singapura. Tujuan mereka satu,   harus lancar dan fasih membaca   [1]  Wawancara dengan Dr.Nurul Murtadho
      sama persis dengan jaman Ro-  yaitu belajar dan mendalami Al-  surat Al-Fatihah dan Juz Amma.   (17/10/2016)





                                                                                              Majalah Komunitas Sabilillah   9
                                                                                       Edisi 146 / November 2016 / Thn: 07
   4   5   6   7   8   9   10   11   12   13   14