Page 16 - Edisi 186 Juli - Agustus 2022 | Majalah Komunitas LAZIS Sabilillah Malang
P. 16
Kunjungan Belajar dilakukan demi mem-
Forum TPQ baru dari MQ Tebuireng Jombang. Duduk di
peroleh ilmu baru dan sekaligus saudara
tengah Ust. Jalaludin, salah satu pengurus
MQ Tebuireng Jombang.
Menengok Keseruan Study Tour Fortys
dan Forum Imam Musholla
LAZIS SABILILLAH – Dalam rangka
internalisasi model pengajaran Qur’an,
Forum TPQ yayasan Sabilillah (FORTYS)
dan Imam Musholla binaan LAZIS Sabilillah
melakukan study tour ke Jombang.
Sebanyak 150 peserta berangkat ke PP
Madrasatul Quran Tebuireng Jombang,
pada Ahad, 14 Agustus 2022.
“Ini merupakan salah satu program
dari FORTYS sebenarnya, namun karena
forum imam musolla punya program
ziarah wali, akhirnya kita sekalian
gabungkan bersama,”ucap Ust. .Moch.
Soleh sekretaris LAZIS Sabilillah. 1 jam lebih pemaparan mengenai cara belajar Al Qur’an secara baik dan urut
disampaikan oleh Ust. Jalaludin Pengurus MQ Tebuireng Jombang.
Sesampai disana, peserta di sambut dengan
gedung dan halaman yang luas. Mereka mempunyai dasar- dasar fashahah. Kedua Tebuireng ini tak lain karena sejarahnya
tiba sekitar pukul 11 siang, sehingga peserta tingkat mutawassith (menengah); sudah yang sudah berdiri cukup lama yakni
nampak bercucuran keringat karena cuaca lancar membaca dan menguasai dasar- 1977. Tak hanya itu, para tebuireng juga
terik yang panas. Namun, panasnya cuaca dasar fashahah, namun belum bisa dikenal sebagai pondok yang telah
jombang tidak sebanding ketika masuk ke membedakan ciri-ciri huruf dan cara melahirkan banyak ustadz dan hafidzoh
gedung sport center Pondok yang sejuk. melafadkannya. yang layak. Sehingga, study ini dianggap
Dalam kesempatan itu, peserta menerima Ketiga, Tingkat Muntadbir; sudah lancar perlu sebagai modal ilmu bagi para Guru
materi kurikulum seputar pengajaran di membaca dan fasih, namun kurang menguasai TPQ dan Imam Musholla.
PP Madrasatul Quran Tebuireng. Mulai waqof, ibtida serta musykilat al-ayat, serta “Alhamdulillah sudah banyak yang kami
dari pembiasaan, metode pengajaran yang terakhir adalah tingkat Maqbul; tingkat dapatkan tadi, mulai dari pengajaran
Qur’an hingga tahfidz. dimana santri tinggal menempuh qira’ah Qur’an hingga Tahfidz. insyAllah ini menjadi
Ust. Jalaluddin Hayat yang merupakan muwahhadah (standar MQ). inspirasi untuk kita bawa pulang ke
ketua Unit Tahfidz Pondok Pesantren Bagi santri yang sudah melalui tingkatan lembaga masing-masing TPQ,” ucap
Madrasatul Quran dalam paparannya tersebut akan masuk pada program Ust. Wahyu.
menerangkan bahwa ada beberapa metode (menghafal al-Quran). Program ini dibagi Senada dengan itu, Ustadzah Aisyah
yang diterapkan di pondok tersebut. menjadi dua fase, yakni Qira’ah Masyhurah sebagai salah satu Ustadzah termuda
Diantaranya adalah program Binnadliar (bacaan al-Qur’an populer) dan Qira’ah yang duduk di bangku SMA tersebut
(non-hafalan). Program ini dikhususkan Sab’ab (tujuh bacaan al-Qur’an riwayat mengungkapkan rasa senangnya karena
bagi mereka yang belum dapat mengambil dari tujuh orang Imam). Kedua fase ini telah mengikuti rangkaian study ini. Ia
program tahfidz karena belum memenuhi terlebih dahulu harus melewati fase dasar berharap semoga para pemuda di luar
syarat. Di dalamnya terdapat empat (qira’ah muwahhadah) bagi yang belum sana melek akan pendidikan baca Qur’an.
tingkatan. Pertama adalah tingkat mubtadi memenuhi syarat untuk menghafal. “Seharusnya yang muda yang
(pemula); mereka yang belum mampu Menurut Ust. Wahyu selaku ketua mempunyai kepedulian lebih tentang
membaca al-Qur’an dan atau belum FORTYS alasan ditunjuknya PP MQ pengajaran Qur’an ini,” ucapnya.
16 Majalah Komunitas Sabilillah
Edisi: 186 / Terbit Bulan September 2022/Tahun: 09

