Page 15 - Edisi 119 Agustus 2014 | Majalah Komunitas LAZIS Sabilillah Malang
P. 15
Psikologi Parenting Diasuh oleh: Muhammad Mahpur
Dosen Psikologi UIN Maliki Malang
Sosialisasi; Lingkungan Sosial Ramah Anak
BERITA heboh akhir-akhir publik kolektif bagi anak yang
ini, bahkan bisa disebut sebagai memiliki stimulus (rangsan-
bencana pada anak adalah kasus gan) agar anak bisa terkondisi
kekerasan terhadap anak, baik produktif, seperti alat outbond,
dalam bentuk kejahatan dan permainan kreatif, atau hubun-
pelecehan seksual. Peristiwa gan kekaryaan yang semuanya
itu terjadi tanpa batas ruang. dapat dikondisikan, baik secara
Yang paling mengejutkan terencana atau seting alamiah.
bahwa kejahatan atau pelecehan Semua orang perlu menyadari
seksual terjadi di ruang tempat bahwa ruang publik anak dicip-
anak-anak bersosialisasi, seperti takan sebagai media sosialisasi.
sekolah. Bahkan di rumah yang Salah satu sosialisasi terhadap lingkungan sosial anak yang sudah dilakukan Kebutuhan preventif agar anak
seharusnya menjadi tempat oleh LAZIS Sabilillah yakni melalui kajian pembinaan anak-anak asuh. terbebas dari ancaman keja-
aman bagi anak, pun tidak men- berada dalam situasi aman. kejahatan anak yang kian me- tahan dan kekerasan yang tidak
jamin anak bebas dari kejahatan Sosialisasi yang aman mem- ningkat, orang tua dan orang diinginkan, ruang publik anak
dan pelecehan seksual butuhkan pengawasan orang tua, yang peduli terhadap proses sebaiknya juga berada dan dicip-
Sudah tidak amankah ru- guru di sekolah atau kesadaran pematangan perkembangan sosial takan dalam lanskap bangunan
ang sosialisasi anak hari ini? orang dewasa lain terhadap anak perlu menciptakan ruang yang mudah orang dewasa mem-
Mengaca peristiwa tragis yang hubungan sosial anak. Terkait sosialisasi yang sehat. Kondisikan beri pengawasan. Oleh karena itu
mengorbankan anak-anak, patut peristiwa yang rawan hari ini, anak memiliki dunia bermain sudah saatnya setiap perencanaan
kiranya para orang tua atau guru pengawasan orang dewasa dan berhubungan dengan teman- bangunan baru, baik sekolah
untuk lebih waspada. Ruang terhadap anak membutuhkan teman sebayanya secara terbuka. atau perumahan, memenuhi
sosialisasi anak perlu dijamin kewaspadaan berlapis. Orang Hindari ruang privasi anak secara unsur yang mempermudah
agar ramah terhadap anak. tua janganlah abai dan mem- berlebihan atau ciptakan ruang pengawasan orang dewasa dan
Bagaimanapun anak membu- percayakan bentuk-bentuk sosial di lingkungan rumah atau standar keamanan dari kemung-
tuhkan pelajaran hidup untuk pengawasan anak pada orang di sekolah yang memudahkan kinan bentuk-bentuk kejahatan
siap menjadi bagian dari dunia kedua karena alasan waktu orang lain melihat dan mengawasi atas hubungan sosial anak, baik
sosial, ekonomi, budaya, fisik atau bekerja. Pengawasan yang hubungan sosial anak. dengan teman sebaya atau orang
dan eksrafisik. Di sinilah anak positif dilakukan orang tidah Demikian juga fasilitas dewasa lainnya.
membutuhkan wadah bersosia- sebatas memantau siapa teman, layanan publik seperti sekolah Konsep ini sudah saatnya
lisasi. Sebagaimana dijelaskan orang-orang terdekat yang setia atau gedung sosial yang sering tidak boleh diabaikan. Semua
oleh Marshall (1994) sosialisasi bersama anak, terutama me- digunakan anak-anak juga mem- orang menyadari bahwa anca-
merupakan proses perubahan waspadai peran orang di sekitar pertimbangkan unsur aman dan man kejahatan terhadap anak
atau perkembangan yang ter- anak, melainkan meningkatkan mendukung model sosialisasi juga disumbangkan oleh abai-
jadi pada setiap anak untuk intensitas komunikasi interaktif yang sehat bagi anak. Perenca- nya intensitas penga wasan,
mempelajari lingkungan sosial dengan anak. Melalui komuni- naan ruang seperti toilet juga mengendurnya ko munitasi
mereka sehingga anak mampu kasi intensif dengan anak, orang perlu diletakkan pada tempat intensif, pengadaan fasilitas
belajar interaksi sosial. Dunia tua diharapkan mampu mema- yang mudah diawasi. Boleh publik dan hubungan sosial
sosialisasi menjadi salah satu hami peristiwa yang dihadapi jadi untuk meningkatkan pence- yang tidak mempertimbangkan
kebutuhan tumbuh-kembang anak dan mulai jeli ketika kuali- gahan dini, toilet anak-anak keramahan ter hadap kepentin-
anak, tetapi kerentanan hubun- tas informasi anak mulai tidak dan orang dewasa perlu dip- gan anak. Semoga kewaspadaan
gan sosial baik sesama teman baik, kecurigaan tidak berterus isahkan. Selain itu, sosialisasi ini mam pu menggugah kesada-
sebaya atau terhadap orang yang terang dan situasi sensitif anak anak juga mempertimbangkan ran bersama untuk menjamin
lebih dewasa sangat mungkin yang perlu dipahami secara bentuk-bentuk hubungan sosial lingkungan sosial yang ramah
terjadi sehingga tetap perlu mendalam oleh orang tua. yang produktif bagi anak. Oleh bagi perkembangan anak yang
diawasi dan dikondisikan anak Catatan terkini atas peristiwa karena itu dibutuhkan ruang sehat. (*)
Redaksi menerima pertanyaan dari jamaah, donatur, muzaki dan sahabat Sabilillah yang berkaitan dengan permasalahan -permasalahan
keagamaan atau ibadah, kesehatan maupun psikologis parenting. Pertanyaan bisa dikirim melalui nomor-nomor SMS centre yang ada, melalui
web http://sabilillahmalang.org, akun FB dan email: lazissabilillah@gmail.com atau diserahkan secara langsung ke kantor masjid
Sabilillah setiap hari pada jam kerja.
Majalah Komunitas Sabilillah
Edisi 119 / Agustus 2014 / Thn: 07 15

