Page 12 - Edisi 119 Agustus 2014 | Majalah Komunitas LAZIS Sabilillah Malang
P. 12

Oleh:
                                                                                                 Ust. Ahsan Subur









                                                              HUBUNGAN



                                                              RAMADLAN DAN




                                                              SYAWWAL DALAM




                                                              KEHIDUPAN





        BARU  saja kita menyelesaikan   cian dan rasa dendam diantara kita.   Ku sangat pedih”.(QS. Ibrahim [14]: 7).   kan kamu dari pada nya. Demikianlah
      gemblengan dalam bulan Ramadhan   Apakah dengan  puasa Ramadhan,   Saudara-saudara, pada hakekat-  Allah menerangkan ayat-ayat-Nya
      sebagai mediaspiritual exercise,   kita mampu menjauhkan diri dari adu   nya kehidupan manusia yang semakin   kepadamu,  agar  kamu  mendapat
      pelatihan rohaniah. Kita menjalani   domba dan provokasi massa. Atau,   ruwet itu  berpangkal pada makin   petunjuk.  “(QS. Ali Imran [3]: 103).
      servis sebulan lamanya. Kita menyadari   justru malah sebaliknya. Sehingga iba-  gelapnya hati nurani manusia. Sema-  Kemiskinan dan keterbelakangan
      bahwa fisik dan rohani kita, ibarat mesin   dah puasanya tidak membekas sama   kin tidak jelas arah hidupnya. Semakin   bangsa Indonesia masih sangat
      yang harus diservis total di bengkel.   sekali pada kehidupan  sehari-hari.   jauh dari rasa syukur terhadap pem-  terasa. Itu menjadi tanggung jawab
      Dengan  masuknya  kita  di  bengkel   Di Era Globalisasi ini, permasalahan   berian dari Tuhannya. Integritas dan   bersama antara pemerintrah dan ma-
      Ramadhan, jasmani dan rohani kita   hidup umat manusia semakin ruwet.   identitas pribadinya telah hilang. Mer-  syarakat. Itu menjadi tanggung jawab
      diharapkan berkembang  semakin baik.   Berbagai  persoalan yang semakin   eka telah kehilangan makna dirinya.   bersama antara Umarok dan Ulama’.
      Meningkatkan amal shalih, dan mengu-  rumit bermunculan silih berganti.   Sifat hewaniahnya telah menguasai   Yang kuat – membantu yang lemah.
      rangi perbuatan tercela. Keinginan yang   Diantara masalah-masalah besar   kehidupannya. Tidak ada rasa solider   Yang kaya – membantu yang miskin.
      berlebih-lebihan dan tidak proporsional,   yang dihadapi bangsa Indonesia   di antara sesama. Egois.   Yang miskin – menghormati  yang
      mesti ditekan pada batas yang wajar,   ialah jeritan tangis karena kemiski-  Hanya  berfikir  perut  atau  kelom-  kaya. Sehingga lahirlah rasa timbal
      paling tidak dikurangi. Sehingga kita   nan dan kemelaratan; Sulitnya   poknya sendiri. Kurang, kurang dan   balik  yang indah  dan damai  antara
      mampu menciptakan kehidupan yang   untuk mendapatkan kesempatan   kurang saja jadinya. Kalau sudah   kedua belah fihak itu. Terpadu dua sifat
      lebih sederhana, namun tetap dalam   kerja  dan masih  adanya  pengang-  demikian ini keadaan manusia, bukan   yang  mulia, kasih sayang dan peng-
      nuansa berkecukupan dan suasana   guran; Ambisi jabatan dan pangkat   hatinya  yang  berbicara,  melainkan   hormatan.  Saudara-saudara  Yang
      harmonis. Allah memperingatkan ke-  yang cara mendapatkannya sampai   nafsunya yang angkara murka. Inilah   Berbahagia Salah satu tanda-tanda
      pada umat manusia yang pola hidupnya   melupakan  aturan dan etika; Perti-  yang  disebuthilangnya  fitrah  insani.    orang  bertaqwa  adalah,  sanggup
      berlebih-lebihan  :” dan janganlah kamu   kaian dan perpecahan;  Penjarahan   Kita harus menjadikan ibadah puasa   menafkahkan hartanya (di jalan Allah)
      berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah   dan kerusuhan; Pembunuhan  dan   sebagai laboratorium, guna mem-  baik dalam keadaan lapang maupun
      tidak  menyukai  orang-orang  yang   pemerkosaan; Penyiksaan dan peram-  bangun  manusia  baru  yang  memiliki   sempit.  Sebagaimana  firman  Allah
      berlebih-lebihan. (QS.Al An’am [6]: 141).  pasan; Rebutan harta dan makanan;   kekuatan dan semangat besar. Mem-  dalam Al Qur’an Surat Ali Imran ayat
         Juga Allah memberikan ancaman   Melangitnya harga kebutuhan pokok   bangun bersama Negara Indonesia di   134: “…(muttaqin itu ialah) orang yang
      kepada orang-orang yang melampaui   yang tak terkejar oleh kebanyakan   Era Globalisasi ini. Kita jadikan diri kita   sanggup mengeluarkan hartanya baik
      batas : “Kemudian Kami tepati janji   masyarakat kecil Dan, masih banyak   sebagai  benteng-benteng  yang  per-  di waktu lapang maupun sempit.” (QS.
      (yang telah Kami  janjikan)  kepada   lagi persoalan-persoalan besar lain-  kasa, dengan memperkokoh iman dan   Ali Imran [3]:  134) Mereka menjadi
      mereka (orang-orang yang beriman).   nya berupa musibah dari Allah yang   taqwa.  Memperteguh  persatuan  dan   orang yang dermawan, penyayang,
      Maka Kami selamatkan mereka dan   bertubi-tubi dengan silih berganti.   kesatuan untuk membangun bangsa   belas kasihan terhadap sesama,
      orang-orang  yang  Kami  kehendaki     Semua itu tidaklah berdiri sendiri,   dan Negara Indonesia. Jangan hanya   berjiwa  besar, berjiwa  pembangun,
      dan  Kami  binasakan  orang-orang   akan tetapi sangat erat hubungannya   pandai mencari-cari kesalahan orang   kreatif, berdedikasi tinggi, jujur, ama-
      yang melampaui batas.”(QS. Al An-  dengan hukum  sebab akibat  atau   lain. Dan jangan merasa tidak bersalah.     nah dan penuh tawakkal kepada Allah
      biyaa’ [21]:9.              disebabkan oleh perbuatan manusia   Jangan egois dan saling memecah   Swt. Inilah manusia baru yang sangat
        Pada bulan Ramadhan itu, kwali-  yang dhalim terhadap dirinya dan   belah.  Mari  kita  perhatikan  firman   berguna bagi bangsa Indonesia. Jiwa
      tas kemanusiaan muslim diuji coba,   terhadap lingkungannya, lebih-lebih   Allah: “Dan    berpeganglah    kamu   manusia seperti ini yang sangat dibu-
      dievaluasi,  kemudian  direvisi  untuk   kepada  Tuhannya. Mereka lupa, tidak   semuanya kepada  tali (agama)  Al-  tuhkan oleh pemerintah untuk diajak
      dijadikan  tolok ukur sejauh mana   mau bersyukur atas nikmat Allah Swt   lah, dan janganlah kamu bercerai   bersama membangun bangsanya
      kuwalitas  ketaqwaannya.  Apakah   yang telah diberikan kepadanya. Hal   berai, dan ingatlah akan nikmat Allah   yang sedang mengalami  berbagai
      dengan puasa Ramadhan, kita mampu   itu telah ditegaskan di dalam al Qur’an   kepadamu ketika kamu dahulu (masa   kesulitan  hidup.  Apabila  bangsa
      menahan ambisi yang tidak  terpuji.   surat Ibrahim 7: “Dan (ingatlah juga),   Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka   Indonesia telah memiliki    jiwa dan
      Apakah  dengan  puasa Ramadhan,   tatkala Tuhanmu memaklumkan;   Allah mempersatukan hatimu. Lalu   semangat yang mulia seperti itu, insya
      kita  mampu  mengendalikan  ang-  “Sesungguhnya jika kamu bersyukur,   menjadilah kamu karena nikmat Al-  Allah Negara Indonesesia   menjadi
      kara murka yang merugikan sesama.   pasti Kami akan menambah (nikmat)   lah, orang-orang  yang bersaudara;   adil makmur, sejahtera, aman, tentram
      Apakah dengan  puasa Ramadhan,   kepadamu, dan jika kamu mengingkari   dan kamu telah berada di tepi ju-  dan damai. Adil dalam kemakmuran,
      kita mampu menyingkirkan  keben-  (nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-  rang  neraka, lalu  Allah menyelamat-  dan makmur dalam  keadilan. (*)


    12     Majalah Komunitas Sabilillah
           Edisi 119 / Agustus 2014 / Thn: 07
   7   8   9   10   11   12   13   14   15   16   17