Page 13 - Edisi 122 November 2014 | Majalah Komunitas LAZIS Sabilillah Malang
P. 13
Dari kiri ke kanan: Bapak Lurah Tunjung-
sekar, Bapak RW. 05, warga dan pengurus
LAZIS Sabilillah saat ceremony pembong-
karan rumah ibu Lilik.
12 Hari Membedah Rumah Lilik
LILIK Sadikyah (49th)adalah penerima Tunjunngsekar ikut berpartisipasi dalam golongan muslim. Berkat asuhan Lilik ia
program bedah rumah yang ke 8 LAZIS kerja bakti pembongkaran dan penurunan menjadi anak muslim yang bisa membaca
Sabilillah. LAZIS Sabilillah mentargetkan genting rumah Bu Lilik hingga selesai. Al Qur’an. Inilah yang menjadi ketertarikan
akan membedah rumah anak yatim dan Lilik Sadikyah (49 tahun) warga Kelu- LAZIS untuk menjadikan keluarga Bu Lilik
dhuafa’ di Kota Malang minimal satukali rahan Tunjungsekar adalah sosok ibu yang keluarga binaan yang mendapatkan support
dalam sebulan. Khoirul Anwar selaku Ketua sangat keras berjuang untuk memenuhi dan pendampingan khusus dari lembaga.
LAZIS Sabilillah menjelaskan “Meskipun kebutuhan hidup keluarganya, Suaminya Bedah rumah Lilik yang di kerjakan
kemampuan lembaga masih sangat minim, Arif Zanuar (45th) laki – laki yang tidak bulan ini memang sudah menjadi target
namun kami selalu berupaya membantu upa- mau menyerah pada keadaan. Walaupun ia LAZIS, selain rumah warisan orang tua
ya pemerintah khususnya dalam program seorang penderita tunarungu akibat sakit yang sudah lama di tempati dalam kondisi
bedah rumah dan mewujudkan perumahan disaat ia masih kecil. Namun, ia mampu rusak berat, seluruh bagian rumah hampir
yang sehat di Kota Malang. Untuk itu kami, bekerja serabutan dan berdikari dirumah runtuh dan satu kamar dari dua kamar yang
dalam segala kegiatan khususnya program dengan membuka usaha potong rambut ada tak bisa di gunakan karena sudah tanpa
bedah rumah ini, LAZIS selalu melibatkan untuk menambah kebutuhan sehari-hari. atap akibat runtuh dan hancur.
Pemerintah dan tokoh masyarakat dalam Sedangkan Bu Lilik sendiri juga beru- Berkat dukungan warga sekitar dan
pelaksanaan kegiatan tersebut. Tidak hanya paya mencari tambahan penghasilan dengan donatur LAZIS, akhirnya renovasi rumah
Pemerintah dan tokoh masyarakat, warga menjadi buruh cuci dikampung, karena ia Bu Lilik selesai hanya dalam waktu 12
sekitar area bedah rumah juga selalu dili- juga punya kendala fisik yakni sulit bicara. hari sekaligus siap menyambut datangnya
batkan dalam pelaksanaan kegiatan. Selain Namun kebaikan hati pasangan ini perlu musim hujan. “Alhamdulillah Maz, su-
dalam upaya saling bergotong royong dan mendapatkan apresiasi, meski mereka tak dah selesai sebelum musim hujan mulai
membantu keluarga fakir miskin serta anak dikaruniai anak walaupun sudah lama meni- tinnggi, meskipun kemarin sempat dicoba
yatim kegiatan tersebut sekaligus akan kah. Hingga keduanya sepakat mengambil oleh hujan, atapnya Insya Allah sudah
menjadi wahana edukasi kepada masyarakat seorang bayi laki-laki yang sudah ditinggal lebih aman” Pak Yoyok selaku ketua
untuk saling peduli dan berbagi kepada kedua orang tuanya dan di asuh hingga saat RT menyampaikan kepada tim redaksi.
warga yang membutuhkkan”. ini kelas 2 SD. Aprilius Renol S (8th) yang Di sela-sela acara simbolis penyerahan
Seperti pelaksanaan bedah rumah di kini juga diangkat menjadi anak asuh LA- kembali rumah kepada keluarga, Bu Lilik
jalan Ikan Hiu RT 03 RW 05 Kelurahan ZIS Sabilillah yang mendapatkan bantuan mengucapkan bayak terimakasih pada
Tunjung sekar pada 26 Oktober 2014 lalu. pendidikan sejak sekolah TK beberapa tahun LAZIS dan donatur sekalian semoga
Kali ini, warga sekitar dengan di dampingi lalu. Nama Aprilius di dapat dari orang amalnya menjadikan keberkahan seluruh
Ketua RT, Ketua RW dan Kepala Kelurahan tuanya karena kedua nya memang bukan keluarganya. (red)
Majalah Komunitas Sabilillah
Edisi 122 / November 2014 / Thn: 07 13

