Page 13 - Edisi 165 Agustus 2018 | Majalah Komunitas LAZIS Sabilillah Malang
P. 13
enutup aib sesama muslim mendekati sempurna. Setelah akad nikah, Jika melihat sang istri atau suami
saja mendapat pahala, apalagi semua terlihat jelas kekurangan dan aib melakukan sebuah kesalahan, jangan
Mmenutup aib pasangan. masing-masing. tergesa-gesa menghakiminya, sebelum
Menutup aib orang lain saja mendapat mengetahui duduk persoalannya.
pujian, apalagi menutup air orangtua. Setiap hari, aib istri semakin jelas, Karena”peng-hakiman” itu akan
Orang jawa bilang “mendem jeru mikuk begitu juga kekurangan sang suami. berdampak kurang baik, bahkan
duwur” yang artinya “jadilah orang yang Selisih pendapat, hingga pertengkaran memperkeruh suasana. Carilah waktu
bisa menutup keburukan dan kekurangan sering terjadi. Kondisi ini sudah lazim yang tepat untuk memberikan nasehat,
orang tua dengan berbuat kebaikan, agar terjadi bagi sebuah keluarga, bahkan agar persoalan tersebut ada solusi serta
derajat meraka mulia”. Itulah namanya sejak jaman Rosulullah SAW dan sahabat- jalan keluar tanpa menambah konflik
anak sholih. sahabat, perselisihan rumah tangga itu baru.
sudah biasa.
Secara khusus, Rosulullah SAW Sesungguhnya, setiap persoalan yang
menyampaikan “barangsiapa menutup Akan tetapi, yang perlu di cermati dan dihadapi Allah SWT memberikan jalan
aib seorang muslim, maka Allah SWT akan dihindari ialah, bagaimana menutupi cela keluarnya. Nah, sholat merupkan satu-
menutupi aibnya (HR Bukhori). Jelas dan atau aib seorang istri (suami), dan satunya solusi terbaik dalam persoalan
ceto welo, bahwa menutup keburukan kemudian memperbaiki kekurangan dan rumah tangga. Artinya, ketika rumah
orang sesama muslim itu besar aib masing-masing melalui dialog dan tangga bermasalah, sebaiknya
pahalanya. Termasuk sunnah Rosulullah diskusi, bukan melaui kekerasan. memperbaiki kualitas sholatnya, bukan
SAW. Jadi, jangan sampai rajin Rosulullah SAW pernah mengatakan justru mencari hiburan. Masjid, tempat
mengerjakan sholat sunnah, tetapi rajin “sebaik-baik kalian orang yang paling baik paling aman dan nyaman, bebas fitnah
membuka aib sesama muslim melalui bagi keluarga, dan aku adalah orang yang dan masalah. Bersujud kepada Allah SWT
medsos. Itu sama dengan “berburu ayam, paling baik bagi keluargaku”. bermunajat, memohon ampunan dan
tetapi kehilangan sapi”. solusi terbaik kepada Allah SWT.
Sebagai seorang suami, mestinya
Nah sekarang membincangkan bersikap lembut dan bijaksana, jangan
keluarga. Di dalam mengarungi bahtera sampai membuka cela (aib) istri kepada
rumah tangga, biasanya masing-masing anak-anak, pembantu, atau di depan
pasangan akan mendapati ketidak banyak orang. Karena ini sifat yang tidak
sempurnaan (kekurangan masing- terpuji, akan mengurangi keharmonisan
masing). Itu sangat wajar. Walaupun kehidupan rumah tangga. Apalagi sampai
sebelum menikah terlihat baik-baik, melontarkan kata-kata kasar, bahkan
bahkan terkesan sangat baik, hingga pukulan fisik.
Majalah Komunitas Sabilillah 13
Edisi 165 / Agustus 2018 / Thn: 07

