Page 18 - Edisi 182 | Majalah Komunitas LAZIS Sabilillah Malang
P. 18
Konsultasi Agama Konsultasi Agama Konsultasi Agama
Lebih Utama Guru Atau Orang Tua
ASSALAMU ‘alaikum wr. wb. Redaksi juga memberikan tempat terhormat kepada
yang dirahmati Allah, saya ingin bertanya guru yang mendidik akhlak kita kepada لاطبإو قح قاقحلإ ناك اذإ امأو
perihal mana yang lebih utama, orang tua Allah dan makhluk-Nya. Guru adalah
atau guru dikarenakan saya sedang di ambang pembimbing rohani kita. Masalahnya tidak راهظإو قحلا ةقيقح راهظلإ يأ لطاب
kebingungan. Suatu hari ada sebuah sesederhana itu. Ada jenis orang tua yang ولو اعرش حودممف لطابلا نلاطب
permasalahan yang menyangkut antara juga membesarkan fisik sekaligus
orang tua dan guru ngaji saya. Saya tidak membimbing rohani anaknya. Tetapi ada ادومحم اقوقع نوكيف هدلاول دلو نم
bisa sebutkan permasalahannya. Lalu orang juga guru yang membentuk kerohanian
tua saya melarang saya untuk mengaji lagi muridnya sekaligus mengasuh muridnya Artinya, “Adapun bila itu bersifat
dengan guru saya. Tolong beri saya nasihat seperti anak kandung. Namun, ada jenis mengungkapkan yang hak dan menyatakan
agar saya tidak lagi bingung. Atas jawabannya orang yang ilmu agamanya kurang memadai kebatilan, yaitu menjelaskan hakikat yang
saya ucapkan terima kasih. Wassalamu dianggap sebagai guru agama yang justru hak dan menjelaskan kebatilan sesuatu
‘alaikum wr. wb. (hamba Allah) mengajarkan agama dengan pandangan yang batil, maka itu terpuji menurut syariat,
Jawaban : Assalamu ‘alaikum wr. wb. sempit. Sama halnya dengan orang tua. sekali pun itu dilakukan oleh anak terhadap
Penanya yang budiman, semoga Allah SWT Tidak sedikit orang tua yang berpandangan kedua orang tuanya, maka itu terbilang
menurunkan rahmat-Nya untuk kita semua. sempit. Menurut kami, orang tua dan guru ‘durhaka’ yang terpuji,” (Lihat Syekh M
Pertanyaan seperti ini dapat dijawab secara mengaji tidak lain adalah manusia juga. Ibrahim Al-Baijuri, Syarah Tuhfatul Murid
sederhana. Kita dapat mengutip pendapat Mereka memiliki potensi keliru dalam ala Jauharatut Tauhid, [Indonesia, Daru
Syekh Rasyidi dalam Syarah Sittin Masalah- berpikir. Orang tua bisa jadi memiliki Ihyail Kutubil Arabiyyah: tanpa catatan
nya Syekh Ramli pada dua larik berikut pertimbangan tertentu di luar pertimbangan tahun] halaman 124).
ini yang menyebut perbandingan keutamaan kita sehingga muncul larangan untuk
guru dibandingkan orang tua. meneruskan pengajian. Terkait kekeliruan Adapun terkait larangan untuk meneruskan
yang dilakukan baik orang tua maupun pengajian, kita perlu memikirkannya secara
رهوج حورلاو حورلا ىبرم كاذف guru, kita perlu meluruskan cara berpikir matang. Sejauh guru tidak mengajarkan
mereka dengan cara yang santun dan baik,
فدصلاك مسجلاو مسجلا ىبرم كاذو tanpa mengurangi hormat dan takzim kepada untuk menjauhi orang tua, menurut kami,
pengajian dapat diteruskan. Tetapi opsi
mereka. Syekh M Ibrahim Al-Baijuri lainnya, untuk menjaga perasaan orang
Artinya, “Dia (guru)-lah pembimbing mengatakan bahwa upaya menjelaskan tua, kita dapat mencari guru mengaji yang
rohani # rohani adalah mutiara Dia (orang atau meluruskan masalah meskipun dari lain.
tua)-lah pembimbing jasmani # jasmani anak terhadap orang tua merupakan tindakan Demikian jawaban singkat kami. Semoga
layaknya cangkang kerang.” Kenapa terpuji menurut syariat. Kalau pun meminjam bisa dipahami dengan baik. Wallahul
demikian? Orang tua berjasa dalam istilah durhaka terhadap orang tua, maka muwaffiq ila aqwathih thariq, Wassalamu
membesarkan raga kita. Islam menaruh tindakan anak terhadap kedua orang tuanya ’alaikum wr. wb… (NUonline)
hormat kepada orang tua. Tetapi Islam ini merupakan “durhaka terpuji.”
18 Majalah Komunitas Sabilillah
Edisi: 182/Terbit Bulan Oktober - November 2021/Tahun: 09

