Page 138 - Fisika Dasar 1 - Mikrajuddin Abdullah
P. 138

Bab 2 Besaran-Besaran Gerak




                          yang sangat besar lalu ditabrakkan ke pelat logam agar bisa dihasilkan
                          sinar-X.

                                   Sampai  di  sini  kita  sudah  membahas  bagaimana  mendapatkan
                          besaran-besaran gerak dimulai dari posisi benda. Dari posisi benda kita
                          mendapatkan  kecepatan  rata-rata  dan  kecepatan  sesaat  dan  dari
                          kecepatan  sesaat  kita  bisa  menentukan  percepatan  rata-rata  dan
                          percepatan sesaat. Bagaimana dengan sebaliknya? Jika kita mengetahui
                          percepatan,  dapatkah  kita  menentukan  kecepatan?  Dan  jika  kita
                          mengetahui kecepatan, dapatkan kita menentukan posisi? Jawabannya,
                          dapat. Dan itu yang akan kita pelajari selanjutnya.




                          2.10 Menentukan Kecepatan dari Percepatan

                                   Kita mulai dari definisi percepatan sesaat pada persamaan (2.31).
                          Persamaan tersebut dapat ditulis ulang menjadi


                                       
                                    v d   a dt                                               (2.32)



                          Lalu kita integral ruas kiri dan kanan dengan batas-batas: (i) kecepatan
                                
                                             
                          dari  v   sampai  v   dan (ii) waktu dari  t   sampai  t :
                                 o
                                                                     o

                                    
                                   v     t  
                                     v d   a dt                                             (2.33)
                                          
                                   
                                   v o    t o


                                                                                                      
                          Integral  ruas  kiri  bisa  segera  diselesaikan  dan  hasilnya  adalah  v  v .
                                                                                                        o
                          Integral  di  ruas  kanan  baru  dapat  dilakukan  setelah  kita  mengetahui
                                                            
                          bentuk  eksplisit  dari  fungsi  a .  Dengan  mengganti  integral  ruas  kiri
                                    
                                       
                          dengan  v   v   kita dapatkan
                                        o



                                          t  
                                           
                                   v   v o   a dt
                                           t o

                                                            125
   133   134   135   136   137   138   139   140   141   142   143