Page 207 - Fisika Dasar 1 - Mikrajuddin Abdullah
P. 207

Bab 3 Gerak Dua Dimensi




                                   Pertanyaan  selanjutnya  adalah,  kapan  peluru  mencapai  puncak
                          lintasan?  Pada  puncak  lintasan  peluru  hanya  memiliki  komponen
                          kecepatan arah horisontal. Komponen kecepatan arah vertikal adalah nol.
                          Misalkan  waktu  saat  peluru  ada  di  puncak  lintasan  adalah  tm  maka
                          dengan menggunakan persaamaan (3.42b) kita peroleh



                                            g        g
                                   0   v      e     m t  
                                        0 y          
                                              

                          atau

                                         g     m t  g
                                    v 
                                    0 y      e     
                                           

                          atau


                                              g
                                   e  t m  
                                           v   g
                                             0
                                              y
                          atau




                                                g
                                     t  ln
                                       m
                                              v   g
                                                0
                                                y
                          atau



                                            v   g
                                    t  ln   0 y
                                     m
                                               g
                          atau


                                        1    v   g
                                   t     ln   0 y
                                    m
                                               g







                                                            193
   202   203   204   205   206   207   208   209   210   211   212