Page 283 - Fisika Dasar 1 - Mikrajuddin Abdullah
P. 283

Bab 4 Gaya




                                   Perlu diingat bahwa gaya gesekan statis maksimum bukanlah gaya
                          gesekan statis yang sedang bekerja pada benda. Besarnya gaya gesekan
                          statis yang bekerja pada benda memenuhi persamaan (4.48) dan selalu
                          lebih kecil daripada gaya gesekan statis maksimum. Gaya gesekan statis
                          maksimum hanyalah nilai kritis atau nilai batas yang menyatakan nilai
                          terbesar  gaya  gesekan  statis  yang  dimiliki  benda.  Gaya  gesekan  statis
                          maksimum  juga  menjadi  kriteria  untuk  menyimpulkan  apakah  gaya
                          penggerak yang diberikan telah sanggup menggerakkan benda atau tidak.
                          Jika gaya penggerak melebihi nilai kriteria tersebut (melebihi gaya gesekan
                          statis  maksimum)  maka  benda  sudah  bergerak.  Namun,  jika  gaya
                          penggerak masih lebih kecil dari nilai kriteria tersebut maka benda masih
                          diam. Dan saat benda masih diam maka besar gaya gesekan statis sama
                          dengan besar gaya penggerak yang arahnya sejajar dengan bidang sentuh
                          dua benda.

                                   Ketika benda sudah bergerak maka gaya gesekan berubah menjadi
                          gaya  gesekan  kinetik.  Untuk  gerak yang lambat  (laju  cukup  kecil)  gaya
                          gesekan  kinetik  hanya  memiliki  satu  nilai,  tidak  bergantung  pada
                          kecepatan relatif antara dua permukaan yang melakukan kontak. Contoh
                          kasus ini adalah gerak balok di atas lantai. Besarnya gaya gesekan kinetik
                          memenuhi



                                    f    k N                                                (4.50)
                                     k



                          dengan k dinamai koefisien gesekan kinetik.

                                   Gaya yang diperlukan untuk mempertahan benda yang bergerak
                          agar  tetap  bergerak  lebih  kecil  daripada  gaya  yang  diperlukan  untuk
                          memulai gerakan sebuah benda. Ini penyebabnya mengapa saat memulai
                          mengayuh sepeda kalian merasa berat daripada mempertahankan sepeda
                          tetap  bergerak.  Ini  juga  penyebab  mengapa  kendaraan  ketika  mulai
                          bergerak harus menggunakan gigi rendah (gaya besar) sedangkan setelah
                          bergerak cukup dengan gigi tinggi (gaya kecil). Sifat di atas menghasilkan
                          ketidaksamaan berikut, fk < fs,maks atau kN < sN, yang menghasilkan k <
                          s.



                         Contoh 4.3

                         Penerjun payung sedang meluncur ke bawah dengan percepatan 1,5 m/s
                                                                                                          2
                         (Gambar 4.25). Massa penerjun dengan payung adalah 90 kg. Berapa gaya
                         gesek oleh udara pada payung?


                                                            269
   278   279   280   281   282   283   284   285   286   287   288