Page 471 - Fisika Dasar 1 - Mikrajuddin Abdullah
P. 471

Bab 6 Momentum




                          penyusun benda bersifat elastis. Sebaliknya, jika deformasi posisi atom
                          disertasi  pembuangan  kalor,  maka  tidak  semua  energi  yang  digunakan
                          untuk mendeformasi atom-atom dapat diambil kembali. Sebagian berubah
                          menjadi panas dan hanya sebagian yang kembali menjadi energi kinetik
                          benda  yang  bertumbukan.  Akibatnya  energi  kinetik  total  setelah
                          tumbukan lebih kecil daripada sebelum tumbukan


                                   Jika proses tumbukan memenuhi e < 1, maka tumbukan tersebut
                          dikatagorikan sebagai tumbukan tidak elastik. Pada tumbukan ini energi
                          kinetik total setelah tumbukan lebih kecil daripada energi kinetik sebelum
                          tumbukan.  Makin  kecil  nilai  e  maka  makin  besar  energi  kinetik  yang
                          hilang akibat tumbukan.



                         6.4 Ayunan Balistik


                                Di masa lalu ayunan balistik dapat digunakan untuk menentukan
                         kecepatan gerak peluru. Namun, saat ini kecepatan peluru diukur dengan
                         teknil  yang  modern.  Waktu  yang  diperlukan  peluru  menempuh  jarak
                         tertentu dapat diukur dengan    ketelitian sangat tinggi. Bahkan kecepatan
                         cahaya yang merupakan kecepatan tertinggi di alam semeste dapat diukur
                         dengan ketelitian yang sangat tinggi pula.

                                Ayunan  balistik  terdiri  dari  balok  atau  benda  bentuk  lain  yang
                         digantung pada tali tak bermassa dan dapat berayun bebas. Balok yang
                         digunakan adalah bahan yang dapat menahan peluru yang menacnap di
                         dalamnya sehingga tidak tembus dan lepas. Peluru ditembakkan ke balok
                         dan menancap pada balok sehingga berayun bersama balok (Gambar 6.12).
                         Peluru dan balok berhenti berayun pada ketinggian tertentu. Berdasarkan
                         ketinggian  ayunan  maka  diketahui  laju  awal  balok  dan  peluru.
                         Berdasarkan laju awal peluru dan balok maka diketahui laju peluru.


                                Energi yang dimiliki peluru dan balok saat berhenti berayun pada
                         ketinggian h dari posisi mula-mula (hanya energi potensial) adalah



                                 U  ( M  m) gh                                              (6.29)




                         Energi balok dan peluru saat tepat peluru menancap di balok dan mulai
                         bergerak bersama hanya energy kinetik, yaitu





                                                            457
   466   467   468   469   470   471   472   473   474   475   476