Page 469 - Fisika Dasar 1 - Mikrajuddin Abdullah
P. 469
Bab 6 Momentum
Sekarang kita lihat kasus tumbukan dua benda yang
menghasilkan energi kinetik lebih besar setelah tumbukan. Misalnya saat
tumbukan ada reaksi kimia sehingga minimal salah satu benda mendapat
tambahan energi sat tumbukan sehingga enegri kientiknya bertambah
setelah tumbukan. Persamaan momentum dan energi kinetik untuk kasus
ini adalah
m 1 v m 2 v m 1 v ' m 2 ' v (6.25)
2
1
1
2
1 1
K m v m v (6.26)
2
2
2 1 1 2 2 2
1 1
' K m ' v m ' v (6.27)
2
2
2 1 1 2 2 2
Namun, untuk kasus ini berlaku K’ > K. Namun, demikian kita tetap
sampai pada persamaan yang serupa dengan persamaan (6.17) hany
dengan mengubah arah ketidaksamaan. Jadi, untuk tumbukan ini
berlaku
v 2 ' 1 ' v (v v 1 ) (6.28)
2
Jika pada tumbukan dipenuhi e = 1 maka tumbukan tersebut
dinamakan tumbukan elastis. Kondisi ini hanya dipenuhi jika di samping
momentum total kekal, energi kinetik total juga kekal. Contoh tumbukan
yang mendekati tumbukan elastis sempurna adalah tumbukan antar dua
bola biliarg (Gambar 6.11). Yang paling mendekati elastik adalah
tumbukan antar partikel subatomik seperti tumbukan antar elektron,
antar proton, dan sebagainya. Pada tumbukan antar partikel atomik, para
ahli langsung saja menggunakan persamaan kekekalan energi kinetik,
tanpa perlu memberikan argumentasi tambahan.
Mengapa tumbukan yang mempertahankan enegri kinetik disebut
tumbukan elastis? Dan apakah ada hubungan dengan sifat elastis bahas
455

