Page 473 - Fisika Dasar 1 - Mikrajuddin Abdullah
P. 473

Bab 6 Momentum




                          atau




                                   v'  2 gh                                                  (6.31)




                                   Kita  menentukan  laju  balok  dan  peluru  dengan  menggunakan
                          hukum  kekekalan  momentum  sebelum  tumbukan  dan  tepat  setelah
                          peluru menumbuk balok dan bergerak bersama balok. Kita dapatkan



                                   mv  0  (M   m )v '


                          atau

                                       M  m
                                   v          ' v
                                         m



                                              M  m
                                                     2 gh                                    (6.32)
                                                m




                          Jadi, untuk menentukan laju peluru saat mengenai balok informasi yang
                          kita  butuhkan  hanya  massa  peluru,  massa  balok,  dan  ketinggian
                          maksimum ayunan balok. Semua besaran tersebut dapat diukur dengan
                          mudah.



                          6.5 Tumbukan Benda dengan Lantai


                                   Koefisien  elastisitas  dapat  ditentukan  dengan  mengukur
                          kecepatan  sebuah  benda  yang  melakukan  tumbukan  sebelum  dan
                          sesudah  tumbukan.  Perhitungan  koefisien  elastisitas  menjadi  lebih
                          mudah  jika  salah  satu  benda  tidak  bergerak  baik  sebelum  maupun
                          sesudah tumbukan. Benda ini harus memiliki massa yang sangat besar
                          dibandingkan  dengan  benda  yang  satunya.  Salah  satu  contoh  adalah
                          tumbukan benda jatuh dengan lantai (bumi) (Gambar 6.13). Bumi tidak
                          bergerak  sebelum  dan  sesudah  tumbukan,  atau  v         2   v 2 '  0 .  Dengan



                                                            459
   468   469   470   471   472   473   474   475   476   477   478