Page 854 - Fisika Dasar 1 - Mikrajuddin Abdullah
P. 854

Bab 11 Kalor



                       di atas kompor yang sama selama selang waktu yang sama maka kalian akan
                       amati  bahwa  kenaikan  suhu  benda  tersebut  secara  umum  tidak  sama.  Ada
                       benda yang mengalami kenaikan suhu sangat cepat. Contoh benda ini adalah
                       aluminium,  besi,  atau  logam  lainnya.  Ada  benda  yang  mengalami  kenaikan
                       suhu lambat. Contoh benda ini adalah air. Karena dipanaskan selama selang
                       waktu  yang  sama  maka  semua  benda  tersebut  sebenarnya  menyerap  energi
                       kalor dalam jumlah yang sama. Tetapi mengapa kenaikan suhu dapat berbeda?

                              Untuk membedakan benda satu dengan benda lain berdasarkan berapa
                       besar  perubahan  suhu  apabila  diberikan  energi  kalor  maka  kita  definisikan
                       suatu  besaran  yang  dinamakan  kapasitas  kalor.  Besaran  tersebut  memiliki
                       rumus



                                   Q
                              C                                                               (11.6)
                                    T



                       dengan

                       C adalah kapasitas kalor;

                       Q adalah jumlah kalor yang diberikan atau ditarik dari benda tersebut;

                       T adalah perumabahn suhu benda.



                       Satuan Q adalah kalori atau joule. Satuan T adalah  C atau K. Jadi satuan
                                                                                   o
                       kapasitas kalor dapat berupa kal/ C atau J/ C, atau kal/K, atau J/K.
                                                                       o
                                                            o
                              Persamaan (11.6) jelas mengatakan bahwa:
                       a)  Jika  kapasitas  kalor  sebuah  benda  bernilai  besar  maka  diperlukan  kalor
                          yang banyak untuk mengubah suhu benda.
                       b)  Sebaliknya,  jika  kapasitas  kalor  sebuah  benda  bernilai  kecil  maka  cukup
                          diperlukan kalor sedikit untuk mengubah suhu benda.



                       Contoh 11.3

                       Misalkan kalian memiliki sejumlah benda: potongan besi, potongan aluminium,
                       dan  potongan  tembaga.  Suhu  awal  semua  potongan  logam  diukur.  Potongan
                       tersebut dimasukkan ke dalam 2.000 g air secara bergantian. Setelah suhu air
                       turun 5  C, potongan dikeluarkan dari air dan suhu potongan logam diukur.
                                o
                       Tabel  11.1  adalah  data  yang  diperoleh.  Hitunglah  kapasitas  kalor  masing-
                       masing potongan





                                                             841
   849   850   851   852   853   854   855   856   857   858   859