Page 853 - Fisika Dasar 1 - Mikrajuddin Abdullah
P. 853
Bab 11 Kalor
kita letakkan batang besi dingin di dekat api. Suhu batang besi lama-lama
meningkat akbiat menyerapan kalor.
Kalor dapat mengubah wujud zat
Zat dapat berada dalam wujud padat, cair, dan gas. Pada suhu di bawah
0 C, air berada dalam wujud padat (es), antara 0 C sampai 100 C berada
o
o
o
dalam wujud cair (kita sebut air), dan di atas 100 C berada dalam wujut gas
o
(uap air).
Es yang memiliki suhu di bawah 0 C akan mengalami kenaikan suhu
o
jika menyerap kalor. Ketika kalor diberikan terus maka suhunya terus naik
hingga mencapai 0 C. Ketika kalor diberikan pada es yang bersuhu 0 C, maka
o
o
tidak terjadi pertambahan suhu. Yang terjadi adalah perubahan es menjadi air
namun semuanya berada pada suhu 0 C. Es yang bersuhu 0 C berubah
o
o
menjadi air yang bersuhu 0 C (Gambar. 11.13, kiri). Ini adalah contoh
o
perubahan fasa, yaitu dari fasa padat ke fasa cair. Perubahan fasa ini sering
disebut peleburan.
Peristiwa yang sama terjadi saat tukang elektronik memasang komponen
pada rangkaian listrik. Kaki komponen disambung dengan rangkaian
menggunakan timah solder. Timah yang semula padat akan mencair ketika
menerima panas dari mata solder (Gambar 11.13, kanan).
Gambar 11.13. (kiri) Es yang bersuhu 0 C akan mencair jika menerima kalor dan (kanan) Kawat solder yang
o
berwujud pada akan meleleh jika meneirma kalor dari mata solder.
11.10 Kapasitas Kalor
Pada bab ini kita simbolkan energi kalor dengan huruf Q. Energi kalor
5,5 kalori ditulis Q = 5,5 kalori. Kalau kalian panaskan berbagai macam benda
840

