Page 95 - Fisika Dasar 1 - Mikrajuddin Abdullah
P. 95

Bab 2 Besaran-Besaran Gerak




                          benda. Besaran-besaran tersebut di antaranya adalah posisi, perpindahan,
                          jarak  tempuh,  kecepatan,  laju,  percepatan,  gaya,  momentum  linier,
                          momentum  sudut,  torka,  dan  sebagainya.  Besaran  gerak  tersebut  ada
                          yang  berupa  besaran  vektor  dan  ada  yang  berupa  besaran  skalar.
                          Pembahasan tentang gerak akan lebih lengkap kalau diungkapkan dengan
                          metode  vektor.  Awalnya  penggunaan  medote  vektor  terasa  sulit  untuk
                          diikuti  oleh  sebagian  mahasiswa.  Namun,  apabila  kita  sudah  terbiasa
                          dengan  metode  vektor  maka  akan  menyadari  bahwa  metode  tersebut
                          cukup sederhana. Analisis yang cukup panjang dan rumit yang dijumpai
                          pada  metode  skalar  sering  menjadi  sangat  singkat  dan  sederhana  jika
                          dilakukan dengan metode vektor.


                                   Pada  bab  ini  kita  akan  mendefinisikan  sejumlah  besaran  gerak
                          yang  utama.  Kita  juga  akan  membahas  bagaimana  mendapatkan  atau
                          menurunkan besaran gerak lainnya dari satu besaran gerak yang sudah
                          ada. Jadi, meskipun besaran gerak cukup banyak, namun banyak besaran
                          gerak yang dapat diturunkan dengan mudah dari besaran gerak lainya.
                          Cara mendapatkan satu besaran gerak dari besaran yang lain ada yang
                          hanya berupa perkalian atau pembagian biasa, ada yang melalui proses
                          integral, dan ada yang melalui proses diferensial.



                          2.1 Posisi


                                   Untuk  menjelaskan  gerak  benda  secara  lengkap,  kita  harus
                          menggunakan sumbu koordinat. Jumlah sumbu koordinat yang akan kita
                          gunakan bergantung pada jenis gerak yang akan kita bahas. Jika benda
                          hanya  bergerak  pada  lintasan  berupa  garis  lurus  maka  kita  cukup
                          menggunakan satu sumbu koordinat. Gerak semacam ini sering disebut
                          gerak satu dimensi. Contoh gerak tersebut adalah gerak mobil saat di jalur
                          lurus  jalan  tol  atau  gerak  kereta  api  pada  rel  yang  lurus  atau  gerak
                          pesawat pada posisi cruising (posisi lintasan tertinggi). Pada posisi cruising
                          umumnya lintasan pesawat berupa garis lurus. Pesawat baru akan keluar
                          dari lintasan lurus kalau di depan ada turbulensi, ada peasawat lain, atau
                          pesawat akan mendarat.

                                   Jika  benda  bergerak  pada  bidang  datar  maka  kita  memerlukan
                          dua sumbu koordinat. Bisanya sumbu koordinat dipilih saling tegak lurus.
                          Walapun tidak harus dua sumbu tegak lurus. Sembarang dua sumbu yang
                          tidak  berimpit  dapat  kita  gunakan  sebagai  sumbu  koordinat  untuk
                          menjelaskan  benda  yang  bergerak  pada  bidang  datar.  Namun,
                          penggunaan  sumbu  yang  tegak  lurus  akan  mempermudah  dalam
                          menjelaskan gerak benda tersebut. Gerak pada bidang yang memerlukan
                          dua sumbu koordinat untuk menjelaskannya dinamakan juga gerak dua
                          dimensi. Gerak pemain bola, gerak benda di atas meja, gerak pembalap di
                          sirkuit, gerak kapal di atas laut adalah contoh gerak dua dimensi.

                                                             82
   90   91   92   93   94   95   96   97   98   99   100