Page 111 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 111
Ban 1 Elektrostatika
listrik. Akibatnya elektron dari substrate mengalir ke arah floating gate
sehingga floating gate tersisi elektron. Jika tegangan dihentikan maka
elektron akan terperangkap dalam floating gate dalam waktu yang sangat
lama (bisa sampai 10 tahun). Jadi bit 0 tersimpan aman di dalam memory.
d) Gambar (d). Bagaimana menyimpan bit 1? Control gate diberi tegangan
lebih negatif dibandingkan dengan tegangan drain dan source. Akibatnya
elektron yang berada di dalam floating gate terdorong ke arah susbtrat
dan floating gate menjadi kosong (kembali netral). Inilah bit 1.
e) Gambar (e). Bagaimana membaca data yang tersimpan? Jika ada muatan
pada floating gate (kondisi bit nol) maka muatan ini menghasilkan medan
listrik di substrat di bawahnya. Sebaliknya, jika floating gate netral
(kondisi bit 1) maka tidak dihasilkan medan listrik di bawahnya. Ada dan
tidak ada medan listrik di substrat mempengaruhi gerak elektron dalam
susbstrat. Adanya medan listrik di substrat menyebabkan elektron
mengalir lebih mudah daripada tanpa medan listrik. Dengan perkataan
lain, kondisi bit 0 dan dan bit 1 menyebabkan konduktivitas listrik yang
berda pada substrat. Untuk mangasilkan arus listrik yang sama pada
substrat maka kondisi bit 0 (ada medan lsitrik) memerlukan tegangan
listrik antara control gate dan source yang lebih kecil daripada kondisi bit
1. Berdasarkan beda tegangan listrik untuk menghasilkan arus yang
sama inilah dapat disimpulkan apakah yang tersimpan adalah bit 0 atau
1.
1.10.6 Mengapa Hujan Buatan Menggunakan Garam?
Awan sebenarnya telah mengandung uap air, hasil penguapan dari
laut, sungai, danau dan dari tumbuhan. Namun, kandungan uap air masih di
bawah titik jenuh sehingga tidak terjadi kondensasi membentuk air hujan.
Yang dimaksud titik jenuh adalah kabdungan maksimum uap air yang
diijinkan di udara agar tetap stabil menjadi uap air dan tidak berubah fase
menjadi fase cair. Titik jenuh tersebut bergantung pada suhu dan tekanan
udara. Makin tinggi suhu udara maka titik jenus terjadi pada kandungan uap
air yang lebih tinggi, dan sebaliknya.
Kalau kita mendengar kelembaban udara 80% artinya kandungan
uap air masih 80% dari titik jenuh dan tidak akan terjadi hujan. Titik jenuh
adalah kondisi ketika kelembanan udara sama dengan 100%. Jika tiba-tiba
kelembaban di atas 100% maka kondisi menjadi tidak stabil. Kekebihan uap
air sebanyak 20% akan mengalami perubahan fase menjadi zat cair sehingga
kelembaban akhir udara maksimal 100%. Dengan demikian, agar terjadi
99

