Page 113 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 113

Ban 1 Elektrostatika


                        kemarau.  Pancaran  sinar  matahari  sangat  menentukan  kondisi  tersebut.
                        Suhu  atmosfer  yang  tinggi  dan  penguapan  yang  rendah  menjadi  factor

                        utama  penyebab  tidak  tercapainya  titik  jenuh  uap  air  di  awan.  Dalam
                        kondisi demikian pembuatan hujan buatan merupakan satu langkah untuk
                        mengurangi  efek  kekurangan  air.  Prises  pembuatan  hujan  buatan

                        dilakukan  dengan  menyebar  garam  di  awan  yang  mengandung  cukup
                        banyak uap air. Setelah menunggu beberapa saat maka di lokasi tempat
                        garam disebar terjadi hujan yang umumnya sangat local.
                                Apa  efek  pemberian  garam?  Garam  akan  terurai  menjadi  ion-ion.
                        Ketika ion masuk ke dalam kumpulan molekul air maka sebagian molekul

                        menjadi  bermuatan  positif  dan  sebagian  menjadi  bermuatan  negative.
                        Molekul  yang  telah  terionisasi  tersebut  menghasilkan  tarikan  tambahan
                        pada molekul. Dengan demikian, pada kasus ini yang berperan menyatukan

                        molekul  menjadi  dua:  energi  Gibbs  dan  gaya  tarik  listrik  akibat  tarikan
                        molekul  yang  terionisasi.  Ini  berakibat  jari-jari  kritis  bagi  terbentuknya
                        droplet  menjadi  lebih  kecil.  Proses  ini  sering  disebut  “ion-induced
                        nucleation”. Dengan demikian, hujan lebih mudah terjadi.
                                Prinsip serupa telah digunakan oleh ahli fisika pawa awal abad 20

                        untuk  mendeteksi  keberadaan  partikel  elementer  melalui  ruang  berawal
                        (cloud chamber). Suatu ruang diisi dengan uap air yang mendekati titk jenuh.
                        Uap persebut sudah siap untuk mengalami kondensasi menjadi titik-titik air.

                        Ketika ada partikel bermuatan yang melintas dalam ruang tersrbut maka
                        sepanjang  lintasan  terjadi  kondesasi  karena  mekanisme  ion-induced
                        nucleation. Prosesnya sama dengan pembentukan hujan buatan di mana
                        titik air terbentuk karena pemberian garam. Jika dalam ruang tersebut juga
                        diberikan medan listrik maka lintasan partikel membelok akibat gata listrik.

                        Berdasarkan arah pembelokan tersebut maka jenis muatan partikel partikel
                        dapat ditentukan.
                                Gambar  1.66  adalah  contoh  cloud  chamber  beserta  lintsan  yang

                        dihasilkan.  Cloud  chamber  diperkenalkan  oleh  Charles  Thomson  Rees
                        Wilson dari Skotlandia. Wilson menerima hadiah Nobel Fisika tahun 1927
                        atas  penemuan  ini.  Dengan  alat  ini  telah  ditemukan  positron  (electron
                        bermuatan  positif)  oleh  Carl  David  Anderson  tahun  1932.  Keberadaan
                        positron  telah  diramalkan  secara  teori  oleh  ahli  fisika  Inggris  Paul  Dirac

                        tahun  1928  dan  baru  ditemukan empat  tahun  kemudian oleh  Anderson.
                        Atas penemuan ini, Anderson menerima hadiah Nobel Fisika tahun 1936.






                                                           101
   108   109   110   111   112   113   114   115   116   117   118