Page 295 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 295
Bab 4 Kemagnetan
Sebaliknya magnet tidak permanen adalah magnet yang hanya
muncul ketika diberi pengaruh dari luar. Ketika pengaruh tersebut
ditiadakan maka sifat magnetic juga hilang. Contohnya adalah paku yang
dililiti kawat beberapa lilitan. Jika kawat dialiri arus listrik maka paku
berubah menjadi magnet. Namun, jika arus listrik pada kawat dihentikan
maka sifat kemagnetan paku hilang. Bahan dengan sifat magnetic
sementara seperti ini disebut bahan paramagnetic.
Setiap magnet memiliki dua kutub yang berlawanan. Salah satu
kutub dinamai kutub utara dan kutub lainnya dinamai kutub selatan.
Dinamakan kutub utara karena kutub tersebut cenderung mengarah ke
kutub utara geografi bumi. Sebaliknya, kutub selatan cenderung mengarah
ke kutub selatan geografi bumi.
Dua magnet yang didekatkan akan melakukan gaya. Gaya tersebut
cenderung mengorientasikan kutub-kutub dua magnet berada pada posisi
berlawanan. Kutub utara satu magnet cenderung mendekati kutub selatan
magnet lainnya. Mengapa demikian? Karena posisi seperti inilah yang
menghasilkan energy interkasi paling kecil. Ingat bahwa semua proses di
alam cenderung menuju kondisi setimbang dengan energy minimum. Makin
dekat dua maget maka gaya yang dilakukan makin besar. Percobaan yang
dilakukan terhadap sejumlah magnet didapoatkan sifat gaya antar kutub
magnet, yaitu
i. Kutub sejenis melakukan gaya tolak-menolak (Gambar 4.1)
ii. Kutub tak sejenis melakukan gaya tarik-menarik
iii. Besarnya gaya tarik atau gaya tolak antar dua kutub berbanding
lurus dengan kekuatan masing-masing kutub dan berbanding
terbalik dengan kuadrat jarak antar dua kutub.
Sifat ini sangat serupa dengan gaya antar muatan listrik yang diungkapkan
oleh hukuk Coulomb. Secara matematika, besar gaya antar kutub magnet
dapat ditulis
m m
F k 1 2 (4.1)
r 2
dengan
F gaya antar kutub
m1 kekuatan kutub pertama (Ampere meter)
m2 kekuatan kutub kedua
r jarak antara ke dua kutub
k konstanta yang besarnya 10 Weber/(Ampere meter).
-7
283

