Page 296 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 296
Bab 4 Kemagnetan
Namun, rumus ini bukanlah merupakan rumus yang terlalu eksak.
Rumus tersebut cukup teliti kalau jarak antara dua kutub sangat berdekatan.
Jika jarak antara dua kutub cukup jauh maka penyimpangan bisa terjadi.
Penyebabnya adalah magnet selalu memiliki kutub utara dan selatan (selalu
dalam bentuk dipol). Jika jarak antara dua kutub yang berhadapan sangat
berjauhan maka pengaruh kutub di seberang batang mulai muncul dan
mengganggu gaya antara dua kutub yang berhadapan. Hal ini berbeda dengan
gaya antara dua muatan listrik yang dapat muncul dalam bentuk monopol
(satu jenis muatan terpisah).
Gambar 4.1 Kutub magnet sejenis tolak-menolak dan kutub tak sejenis tarik-menarik. Besarnya gaya
bergantung pada kekuatan kutub serta jarak antar kutub.
Gaya antara dua kutub magnet serupa dengan gaya antara dua dipol
listrik. Perhatikan dua dipol listrik yang didekatkan seperti pada Gambar 4.2.
Jarak antar muatan pada masing-masing dipol adalah d dan jarak muatan
berdekatan pada dua dipol adalah r. Gaya antara dua dipole merupakan
jumlah gaya yang dihasilkan semua muatan (empat muatan). Besar gaya yang
dialami dipol sebelah kanan adalah
q 2 q 2 q 2 q 2
F k k k k
r 2 (r ) d 2 (r ) d 2 (r 2d ) 2
Jika jarak antara dua muatan berdekatan jauh lebih kecil daripada
panjang dipol, atau r << d maka suku kedua, ketiga, dan keempat memiliki
nilai jauh lebih kecil dibandingkan dengan suku pertama sehingga dapat
diabaikan. Akibatnya gaya antar dipole dapat diaproksimasi dengan
284

