Page 367 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 367

Bab 5 Medan Magnet Induksi



                                        dL
                                    4  I  r 2  cos 
                                      o


                                      I                I
                                              
                                   o    cos dL      o   cos  (panjang  busur dengan sudur 2   ) 
                                   4 r 2            4 r  2

                                      I         2        
                                   o    cos             
                                                            a
                                                          2
                                   4  r 2       2          


                                       2 ( I   )   a 2    b
                                   o                 2  
                                                
                                   4     a      a  b    a  b 2
                                                   2
                                                             2

                                       2 ( I   )  (b /  ) a
                                   o                                                              (5.16)
                                   4     a      1 (  (b /  ) a  2 )  2 / 3

                        Tampak dari persamaan (5.16), jika terbentuk lingkaran penuh maka  = 2

                        dan medan total arah horisontal nol.


                        5.1.5 Solenoid

                                Selanjutnya  kita  akan  menghitung  kuat  medan  magnet  yang
                        dihasilkan  solenoid  ideal.  Solenoid  adalah  lilitan  kawat  yang  berbentuk
                        pegas. Panjang solenoid dianggap tak berhingga seperti diilustrasikan pada
                        Gambar  5.20.  Pertama  kita  akan  mencari  kuat  medan  magnet  di  pusat

                        solenoid tersebut.
                                Jika  kita  perhatikan,  solenoid  dapat  dipandang  sebagai  susunan
                        cincin sejenis yang jumlahnya sangat banyak. Tiap cincin membawa arus I.

                        Medan di dalam solenoid merupakan jumlah dari medan yang dihasilkan
                        oleh cincin-cincin tersebut. Jika solenoid pada Gambar 5.20 dibelah dua
                        maka tampak penampang seperti pada Gambar 5.21.












                                                           355
   362   363   364   365   366   367   368   369   370   371   372