Page 444 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 444

Bab 6 GGL Induksi dan Induktansi


                        rad/s, dan A = 2,5 cm  = 2,5  10  m . Pada persamaa (7.11), perkalian
                                                                   2
                                                 2
                                                               -4
                        abtidak lain daripada luas kumparan sehingga kita dapat menulis

                                  maks    NBA 

                                  100   2 , 0   5 , 2 (   10  4 )  1 , 2


                                = 0,11 volt

                        6.6 Induktansi

                                Sekarang bayangkan kita memiliki sebuah solenoid. Jika solenoid
                        tersebut dialiri arus searah maka beda potensial antara dua ujung solenoid
                        hampir  nol  karena  beda  tegangan  sama  dengan  perkalian  arus  dan

                        hambatan  solenoid.  Solenoid  hanya  berupa  kawat  konduktor  sehingga
                        hambatan listrik antara dua ujung solenoid hampir nol. Tetapi jika solenoid
                        dilairi arus yang berubah-ubah terhadap waktu, maka sifat solenoid akan
                        berubah.









                 I dc                         I dc








                           = 0                          0


               Gambar 6.16 (kiri) jika solenoid dialiri arus dc, tidak muncul tegangan antara dua ujung solenoid. (kanan) jika

               solenoid dialiri arus ac maka muncul tegangan antara dua ujung solenoid.

                                Karena  arus  berubah-ubah  terhadap  waktu  maka  kuat  medan
                        magnet  dalam  solenoid  berubah-ubah.  Karena  luas  penampang  solenoid
                        tetap  maka  fluks  magnetik  yang  dikandung  solenoid  berubah  terhadap

                        waktu.  Berdasarkan  hukum  Faraday  maka  solenoid  menghsilkan  ggl
                        induksi.  Dengan  demikian,  ketika  dialiri  arus  bolak-balik  maka  muncul
                        tegangan  antara  dua  ujung  solenoid.  Tegangan  ini  tidak  muncul  ketika

                        solenoid  dialiri  arus  searah.  Gambar  6.16  adalah  ilustrasi  solenoid  yang
                                                           432
   439   440   441   442   443   444   445   446   447   448   449