Page 639 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 639

Bab 9 Gejala Gelombang



                                 f n    n    n

                                 f    1
                                  1

                        atau  f   nf . Dengan demikian:
                               n
                                     1
                           a)  Frekuensi harmonik kedua: f2 = 2  f1 = 2  440 = 880 Hz
                           b)  Frekuensi harmonik ketiga: f 3 = 3  f1 = 3  440 = 1 320 Hz
                           c)  Frekuensi harmonik ketiga: f 4 = 4  f1 = 4  440 = 1 760 Hz



                        9.3.2 Superposisi Gelombang Umum
                                Sekarang kita akan bahas superposisi gelombang yang arahya tidak
                        harus segaris. Arah adatang gelombang bebas (tidak harus dalam satu garis

                        yang  sama).  Kita  akan  kaji  penguatan  atau  pelemahan  simpangan
                        gelombang karena muncul gelombang yang lain pada tempat yang sama dan
                        waktu  yang  sama.  Pada  suatu  titik  dalam  medium,  gelombang  pertama
                        memberikan simpangan pada medium tersebut. Jika ada gelombang kedua
                        yang  muncul  pada  titik  yang  sama  dan  pada  tempat  yang  sama  maka

                        gelombang  kedua  juga  memberikan  simpangan  pada  medium.  Dengan
                        demikian,  medium  mengalami  simpangan  yang  merupakan  jumlah
                        simpangan  yang  dihasilkan  masing-masing  gelombang.  Inilah  fenomena

                        superposisi  atau  interferensi.  Mungkin  kita  akan  menggunakan  kata
                        superposisi atau interferensi secara bergiliran. Namun artinya sama. Berapa
                        besar  simpangan  total  medium  akan  sangat  bergantung  dari  simpangan
                        yang    dihasilkan     oleh    gelombang-gelombang         tersebut.    Misalnya
                        gelombang-gelombang  yang  tiba  pada  medium  kebetulan  menyimpang

                        dalam  arah  yang  sama  maka  medium  akan  mengalami  penguatan
                        simpangan.  Sebaliknya,  jika  pada  titik  tersebut  gelombang  yang  dating
                        kebetulan memiliki arah simpangan yang berlawnan maka simpangan total

                        medium menjadi minimum.
                                Arah  simpangan  gelombang  bergentung  pada  fase  gelombang.
                        Dengan  demikian  simpangan  total  yang  dihasilkan  gelombang-gelombang
                        bergantung  pada  fase  masing-masing  gelombang.  Jika  di  suatu  titik
                        gelombang-gelombang  tersebut  memiliki  fase  yang  sama  maka  terjadi

                        penguatan  simpangan  di  titik  tersebut.  Sebaliknya  jika  dua  gelombang
                        memiliki  fase  berlawanan  pada  suatu  tiik  maka  simpangan  gelombang
                        tersebut  saling  melemahkan.  Jika  dua  gelombang  memiliki  frekuensi,

                        panjang gelombang, dan amplitudo yang sama maka dua gelombang yang
                                                           627
   634   635   636   637   638   639   640   641   642   643   644