Page 641 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 641
Bab 9 Gejala Gelombang
Untuk gelombang yang merambat ke segala arah, amplitude
biasanya makin kecil dengan makin jauhnya jaran. Atau amplitude
merupakan fungsi jarak. Namun pada kasus ini kita asumsikan bahwa
amplitude tidak bergantung pada jarak (selalu konstan) demi
penyederhanaan. Asumsi ini dapat di terima jika gelomabnag yang
dipancarkan sumber mendekati gelombang datar.
Dengan adanya dua gelombang yang dating bersamaan maka
simpangan di titik P menjadi
y y y
1
2
P
A 1 cos( x 1 ) A 2 cos( x 2 2 )
t
k
k
t
2
2
1
1
1
Agar lebih sederhana, mari kita anggap dua sumber memiliki
frekuensi, panjang gelombang, dan amplitudo yang sama. Yang berbeda
hanya panjang lintasan yang ditempuh dan fase awal. Jika sifat ini
dipenuhi maka simpangan total di titik P menjadi
t
y P A cos( kxt 1 ) cos( kx 2 2 )
1
Dengan mengunakan aturan penjumlahan trigonometri maka kita dapat
menulis menjadi
x x x x
y P 2A cos t k 1 2 1 2 cos k 1 2 1 2
2 2 2 2
Yang dapat ditulis juga menjadi
y P (x 1 x 2 , 1 2 ) cos t k x 1 x 2 1 2
A
2 2
dengan
k
1
A (x 1 x 2 , 2 ) 2A cos x 1 x 2 2
1
2 2
adalah amplitude efektir di titik P. Aplitudo efektif ini bergantung pada
selisih panjag lintasan dan selisih fase awal.
Kita akan dapatkan bahwa simpangan di titik P akan selalu
maksimum jika amplitude lintasan maksimum dan akan selalu nol jika
629

