Page 654 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 654
Bab 9 Gejala Gelombang
ke cell A2 kalu ketik rumus: = A1+0.01. Setelah pada cell A2 terisi
angka 0.01 maka copy cell tersebut hingga cell A1000. Isi cell E1
dengan fase awal gelombang y. Misalknya tempatkan kusros pada
cell E1 lalu ketik =pi()/4. Isi cell E2 dengan frekuensi gelombang x
dengan caramenempatkan kursor pada cell E2 lalu isi 20. Isi cell E3
dengan rasio frenuensi gelombang y dn gelombang x dengan
menempatkan kursor di cell E3 lalu isi angka 1.
Berikutnya ditentukan nilai simpangan gelom,bang x dan y
pada berbagai waktu. Tempatkan kursor pada cell B1 lalu ketik
persamaan =sin($E$2*a1). Setelah terisi maka copy cell B1 hingga
cell B1000. Ini adalah simpangan gelomang x. Kemudian bawa
kursor ke cell C1 lalu ketik persamaan = sin($E$3*$E$2*a1+$E$1).
Setelah tersisi maka compy hingga cell C1000. Ini adalah simpangan
gelombang y. Setelah itu blok kolom B dan kolom C lalu buat kurva
menggunakan kurva scatter with smooth line. Maka diperoleh kurva
Lissajous.
Setelah kalian mendapat kurva dengan rasio frekuensi satu
(frekuesi dua gelombang sama) maka kalian dapat mengatur rasio
frekuensi dengan mengubah-ubah isi cell E2. Dengan mengubah
angka pada kolom E2 maka kurva otomatis berubah. Kalian jiga
dapat menggatur beda fase dengan mengubah angka pada kolom
E1.
9.5 Polarisasi
Ketika gelombang merambat maka titik-titik pada medium
mengalami penyimpangan. Untuk gelombang transversal, arah
penyimpangan titik-titik tersebut tegak lurus arah rambat gelombang. Jika
selama gelombang merambat arah penyimpangan selalu sama, misalnya
selalu berarah dari atas ke bawah, maka kita katakan gelombang tersebut
mengalami polarisasi linier. Contoh simpangan gelombang terpolarisasi
tampak pada Gambar 9.21. Sebaliknya, jika selama gelombang merambat,
arah penyimpangan titik-titik pada medium selalu berubah-ubah secara
acak maka kita katakana gelombang tersebut tidak terpolarisasi.
Ada jenis polarisasi lain seperti berikut ini. Jika selama perambatan
gelombang arah penyimpangan selalu berubah-ubah secara teratur,
misalnya:
i. mula-mula ke atas setelah berlangsung t, aranya ke kiri
642

