Page 649 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 649

Bab 9 Gejala Gelombang


                        difraksi adalah interfenesi dengan jumlah sumber tak berhingga.
                                Saat  belajar  tentang  interferensi  seringkali  kita  fokuskan  pada

                        interferensi  dua  celah  sempit.  Artinya  kita  membahas  superposisi
                        gelombang  dari  dua  sumber.  Satu  celah  sempit  dipandang  sebagai  satu
                        sumber gelombang titik (sesuai dengan prinsip Huygens) sehingga dua celah

                        smepit merupakan dua sumber titik. Ketika mempelajari difraksi, maka kita
                        bahas difraksi oleh satu celah. Cahaya yang melewati satu celah mengalami
                        fenomena difraksi. Satu celah di dini adalah satu celah yang tidak terlalu
                        sempit.  Berdasarkan  pirinsip  Huygens,  setiap  titik  pada  celah  dapat
                        dipandang  sebagai  sumber  gelombang  baru.  Jadi,  satu  celah  yang  tidak

                        terlalu  sempit  tersebut  dapat  dipandang  sebagai  banyak  sekali  sumber
                        gelombang titik sehingga superposisinya menghasilkan fenomena difraksi.
                                Ketika belajar tentang difraksi, kita juga membahas difraksi oleh kisi.

                        Kisi adalah goresan pada permukaan datar. Jumlah goresan sangat banyak.
                        Ada kisi yang goresannya merupakan celah sangat sempit sehingga cahaya
                        menembus kisi da nada kisi yang goresannnya merupakan pemantul yang
                        sangat  sempit  sehingga  caha  dipantulkan  oleh  kisi.  Ketika  cahaya  jatuh
                        pada  kisi  maka  satu  goresan  sangat  sempit  tersebut  dapat  dipandang

                        sebagai  sumber  gelombang  baru.  Dengan  demikian,  terjadi  superposisi
                        gelombang  dari  sumber  yang  jumlahnya  sangat  banyak  dan  dihasilkan
                        fenomena difraksi.

                                Untuk lembih memahami perbedsaan interferensi dan difraksi, kita
                        lihat ilustrasi pada Gambar 9.17. Gambar (a) adalah fenomena interferensi
                        sedangkan gambar (b), (c), dan (d) adalah fenomena difraksi. Pada gambar (a)
                        jumlah  celah  hanya  dua  sedangkan  pada  gambar  (b),  (c),  dan  (d)  jumlah
                        celah sangat banyak. Tiap celah merupakan suber gelombang baru. Dengan

                        demikian,  pada  gambar  (a)  hanya  dua  gelombang  yang  dijumlahkan
                        sedangkan  pada  bangar  (b),  (c),  dan  (d)  banyak  sekali  gelombang  yang
                        dijumlahkan.

                                Contoh  fenomena  difraksi  oleh  celah  ditunjukkan  pada  Gambar
                        9.18. Gelombang datar yang menuju celah mengalami perubahan arah dan
                        bersifat menyebar setelah melewati celah. Pelebaran makin membesar jika
                        ukuran celah makin sempit. Celah tersebut mengandung banyak sekali titik
                        dan tiap titik berperan sebagai sumber gelombang baru seperti dinyatakan

                        oleh  prinsip  Huygens.  Dengan  demikian,  di  belakang  titik  terjadi
                        penjumlahan gelombang dari sumber yang sangat banyak.




                                                           637
   644   645   646   647   648   649   650   651   652   653   654