Page 764 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 764

Bab 10 Sifat Optik Gelombang Elektromagnetik



                                                 d
                                         lim        sin N    2 /
                                  I               d
                                         2     d  sin(   ) 2 /
                                            m
                                                    d


                                                                           N
                        Diferensial  dari  sin( N  ) 2 /    adalah  (N  ) 2 /  cos(   ) 2 /    dan  diferensial  dari
                        sin(   ) 2 /    adalah  1(  ) 2 /  cos(  ) 2 /  . Dengan demikian


                                         lim    (N    ) 2 /  cos(   ) 2 /
                                                           N
                                  I 
                                         2         ) 2 / 1 (  cos(  ) 2 /
                                            m

                                                       1
                                   N cos Nm     N (  )
                                                          N
                                     cos m         1

                        Sehingga kita dapatkan intensitas maksimum memenuhi  I            N .
                                                                                             2
                                Intensitas  maksimum  sekunder  (lebih  lemah  daripada  intensitas
                        maksimum  utama  yang  berlokasi  pada    =  m  terjadi  ketika  sin( N      ) 2 /
                        maksimum. Ini terjadi jika dipenuhi


                                 N       1   
                                        n
                                  2        2 


                        dengan  n  =  0,  1,  2,  …..  Pada  kondisi  ini  maka  intensitas  maksimum
                        sekunder terjadi pada  yang memenuhi

                                        
                                     2 n 1
                                         
                                       N

                                Mari kita kembali analisis persamaan (10.52) dan (10.53). Intensitas

                        nol  (interferensi  destruktif)  terjadi    memenuhi  persamaan  (10.52)  yaitu
                          2 n /  N . Tetapi, karena persamaan (10.53) menyatakan bahwa           2 m 
                              
                        merupakan posisi maksimum, maka posisi minimum terjadi pada   yang
                        memenuhi  persamaan  (10.52)  dengan  membuang                   2 m  ,  atau
                        membuang indeks n = N pada saat menentukan lokasi minimum.

                                Sebagai ilustrasi, mari kita lihat pola inteferensi yang dilakukan oleh
                        4 celah seperti tampak pada Gambar 10.50(a). Puncak utama terjadi pada 
                                                                                    2    4    6   10
                        = 0, 2, 4, 6, 8, …. Lokasi minimum terjadi pada  =         ,    ,     ,      ,
                                                                                     4     4     4     4
                                                           752
   759   760   761   762   763   764   765   766   767   768   769