Page 835 - Fisika Dasar 2 - Mikrajuddin Abdullah 2017
P. 835

Bab 11 Teori Relavitas Khusus


                                            1
                                  1  x  1  x.
                                             2

                        Pada hasil di atas, x = 1,11  10 -13 . Dengan demikian


                                                  1
                                                               = 150 m
                                 L   150    1  1   11 10 13 
                                                   ,
                                             2             

                        Pengamat  di  stasiun  juga  mengamati  panjang  kereta  yang  hampir  sama
                        dengan menurut pengamat di kereta. Selisihnya hanya sekitar 8,3  10        -12  m.
                        Nilai yang sama ini terjadi karena kacepatan kereta jauh lebih kecil daripada

                        kecepatan cahaya. Perubahan panjang baru teramati jika kecepatan benda
                        mendekati kecepatan cahaya.



                        11.5 Dilatasi waktu
                                Lampu kereta api berada pada posisi tetap di dalam kereta.
                        Dengan  demikian  nilai  x’  untuk  lampu  selalu  tetap.  Misalkan  lampu
                        berpendar  dua  kali  berturut-turut.  Misalkan  menurut  penumpang  kereta

                        (yang  diam  terhadap  lampu)  selang  waktu  pendaran  tersebut  adalah  T
                                                                                                        o
                        maka di dalam persamaan (11.24)

                                  t  T
                                   '
                                      o

                        Karena  nilai  'x   untuk  lampu  tetap  maka  x  '  0 .  Menurut  pengamat  di
                        tanah yang bergerak relatif terhadap lampu, selang waktu tersebut adalah
                        T   maka


                                  t  T


                        Dengan memasukkan  x       ' 0  ke dalam persamaan (11.24) didapat

                                         ' t  0
                                  t 
                                          u 2
                                       1
                                          c 2


                        Karena  t  '  T   dan  t   T   maka dapat ditulis
                                       o




                                                           823
   830   831   832   833   834   835   836   837   838   839   840