Page 291 - E-Book SBMPTN Saintek
P. 291

Bab    5



                Gerak Rotasi











            A.  Momen Inersia                          3.  Batang silinder, poros melalui titik tengah

                                                                              1
            Momen inersia  pada  gerak rotasi  adalah                      I =  12  ML 2
                                                                                 ⋅
            kelembaman   benda   (kemampuan   benda                                  1
                                                                         konstanta inersia, k =
            mempertahankan posisinya) pada saat bergerak                             12
            melingkar. Nilai momen inersia benda tergantung
            pada bentuk benda dan letak porosnya.      4.  Batang silinder, poros melalui ujung
            a.  Momen Inersia pada Benda Titik
                                                                              I =  1 ML ⋅  2
                           R      R                                             3
                            1      2                                                   1
                                                                          konstanta inersia, k =
                                                                                       3
                     M 1                 M 2
                                                       5.  Silinder pejal, poros melalui pusat
                I   =  ∑ mR 2                                                  1
                         ⋅
                                                                                  ⋅
                I   = m R + m R +  m R + .....                               I =  2 MR 2  1
                         2
                                     ⋅
                                2
                                       2
                              ⋅
                       ⋅
                             2
                                2
                                       3
                         1
                       1
                                    3
                Keterangan:                                                konstanta inersia, k =  2
                I   : momen inersia (kg.m )
                                      2
                m   : massa benda 1 (kg)               6.  Silinder tebal berongga, poros melalui pusat
                  1
                                                                                  (
                R 1   : jarak pusat massa m  dengan poros putar             I =  1 MR +  R 2 2 )
                                                                                    2
                                                                                 ⋅
                                    1
                                                                                    1
                (m)                                                           2          1
                                                           R 2              konstanta inersia, k =
            b.  Momen Inersia pada Benda yang Kontinu       R 1                         2
            Rumus momen inersia pada berbagai benda:   7.  Silinder tipis berongga, poros melalui pusat
            1.   Pelat segi empat tipis, poros di sepanjang sisi b.
                                                                                ⋅
                                                                             =
                                      1                                     I MR  2
                                    I =  Ma ⋅  2
                                      3                                  konstanta inersia, k = 1
                               konstanta inersia, k =   1
                                            3          8.  Bola pejal, poros melalui pusat
            2.   Pelat segi empat tipis, poros melalui titik pusat
                                                                                   ⋅
                                                                              I =  2  MR 2
                                    1                                           5
                                 I =  M (a + b )                                       2
                                         2
                                            2
                                       ⋅
                                   12                                     konstanta inersia, k =
                                            1                                          5
                               konstanta inersia, k =
                                            12

           290
   286   287   288   289   290   291   292   293   294   295   296