Page 292 - E-Book SBMPTN Saintek
P. 292
9. Bola berongga, poros melalui pusat Untuk sistem lebih dari satu gaya, gunakan rumus:
∑∑ r F
⋅
τ=
2 ⊥
I = MR 2
⋅
3 2
konstanta inersia, k = C. Hukum II Newton pada gerak
3
rotasi
Keterangan: Jika percepatan anguler bernilai konstan (α =
M : massa benda (kg) konstan) maka berlaku hukum II Newton.
L : panjang batang silinder (m) t = I . α
R : jari-jari dari sumbu putar (m)
c. Momen Inersia pada Batang Silinder yang Pada hukum II Newton berlaku rumus-rumus
Diputar pada Jarak d dari Pusat Massa gerak melingkar berubah beraturan (GMBB).
Keterangan:
.
t : torsi (N m)
.
I : momen inersia (kg m )
2
d
α : percepatan anguler (rad/s)
L
D. Beberapa nilai percepatan
1 sistem katrol
⋅
⋅
2
I = ML + M d 2
12
Keterangan:
d : jarak poros putar dari pusat massa (m)
M
a (m − m 1 ) g⋅
2
a = 1
B. Momen Gaya (Torsi) m 1 m 2 m + m + 2 M
2
1
Momen gaya adalah ukuran besar kecilnya efek M
) g
⋅
2
1
putar sebuah gaya terhadap suatu benda. a a = (m − m sinθ⋅
m 1 m + m + 1 M
Syarat r ⊥ atau r ⊥ seperti pada gambar di licin m 2 1 2 2
F
F
bawah ini. q
F
N
M
⋅
τ= Fr f
c
C Kasar a a = (m −µ ⋅ m 1 ) g⋅
2
k
r W m 2 m + m + 1 M
Untuk gaya yang tidak lurus lengan, gunakan 1 2 2
rumus:
M M
(m − m ) g⋅
F a a = 2 1
⋅
⋅
τ= r F sinθ m + m + M
2
1
c
m 1
m 2
C
r
Keterangan: Keterangan:
2
τ : torsi di titik C (Nm) a : percepatan sistem (m/s )
c
F : gaya (N) m : massa katrol (kg)
2
r : jarak gaya F dari titik C (m) g : percepatan gravitasi bumi (10 m/s )
m k : koefisien gesekan kinetis
291

