Page 108 - BSE Biologi SMA/MA Kelas XI
P. 108
kebiasaan bersikap yang salah dalam waktu yang lama. Pada otot, terdapat pula kelainan,
diantaranya atrofi (kelelahan otot), tetanus, miestenia gravis, dan kaku leher.
Menurut teori model sliding filamen dari Hansen dan Huxly (1955), mekanisme
gerakan otot disebabkan oleh adanya dua set filamen di dalam sel otot yang disebut filamen
aktin dan miosin. Untuk berkontraksinya otot dibutuhkan energi. Energi diperoleh dari
ATP (Adenosin trifosphat). ATP dihasilkan dari proses pembakaran lemak dan karbohidrat.
Pada dasarnya mekanisme gerak otot merupakan proses pembebasan dan penggunaan
energi. Otot bergerak sebagai akibat adanya rangsang. Rangsang yang diterima oleh
asetilkolin mengakibatkan aktomiosin mengerut. Pada saat aktomiosin mengerut, dibutuhkan
energi yang berasal dari proses pemecahan ATP menjadi ADP. Selanjutnya, ADP menjadi
AMP.
Uji Kompetensi
A. Berilah tanda silang (X) pada huruf A, B, C, D, atau E di depan jawaban
yang benar!
1. Untuk kontraksi otot diperlukan rangsang dari luar atau dari dalam yang akan
diterima oleh . . . .
A. sarkomer D. aktomiosin
B. sarkolemma E. asetilkolin
C. miofibril
2. Seorang ibu yang selalu membawa dagangannya dengan cara digendong di
pinggangnya, kemungkinan akan menderita kelainan pada tulang belakangnya
yang disebut . . . .
A. lordosis D. diastis
B. kifosis E. ankilosis
C. koliosis
3. Kelainan berupa kontraksi otot yang terus-menerus karena serangan bakteri
Clostridium tetani adalah . . . .
A. tetanus D. stiff
B. atrofi E. ankilosis
C. atrofi
4. Hubungan antara tulang dengan tulang ada yang dapat digerakkan ada pula
yang tidak dapat digerakkan. Hubungan tulang di bawah ini merupakan hubungan
yang tidak dapat digerakkan (sinkondrosis) adalah . . . .
A. simfisis dan sindesmosis D. amfiartosis dan epifisis
B. antara tulang epifisis dan diafisis E. diartroks da epifisis
C. diartosis dan sinartrosis
Biologi untuk SMA dan MA Kelas XI 103

