Page 107 - BSE Biologi SMA/MA Kelas XI
P. 107
Rangkuman
Secara umum berdasarkan cara kerjanya, terdapat dua macam alat gerak pada
vertebrata, yaitu alat gerak pasif dan aktif. Peranan alat gerak pasif dilakukan oleh tulang
yang membentuk sistem gerak, sedangkan alat gerak aktif dilakukan oleh otot. Otot
dikatakan berperan sebagai alat gerak aktif karena otot mampu menggerakkan tulang.
Hasil kerja sama antara otot dan tulang inilah apa yang kita kenal sebagai gerakan. Otot
dapat berkontraksi sebagai akibat adanya perangsang.
Susunan alat gerak pada manusia terdiri atas tulang dan otot. Tulang terbagi menjadi
tulang rawan (kartilago) dan tulang sejati (osteon). Sifat kartilago, yaitu bingkas dan lentur
dibangun atas sel-sel tulang rawan yang menghasilkan matriks yang disebut kondrin. Proses
awal mula terbentuknya tulang diawali dengan terbentuknya tulang-tulang rawan yang
dihasilkan dari sel-sel mesenkim. Setelah terbentuk tulang rawan, akan berongga bagian
dalamya dan terisi oleh sel-sel pembentuk tulang yang disebut osteoblas.
Proses pembentukan tulang terjadi dari arah dalam menuju ke luar sehingga proses
pembentukannya disebut pembentukan secara konsentris, proses pembentukan tulang
disebut osifikasi.
Berdasarkan matriks pembentuknya, tulang dibedakan menjadi tulang kompak dan
tulang spons. Tulang kompak, yaitu apabila matriks pembentuknya tersusun secara padat
dan rapat, sedangkan tulang spons apabila pada matriksnya terdapat rongga. Tulang-tulang
pada vertebrata dan manusia membentuk sistem rangka. Tulang-tulang ini berfungsi untuk
memberi bentuk tubuh, menahan dan menegakkan tubuh, tempat melekatnya otot, tempat
menyimpan zat kapur, melindungi orang-orang dalam yang terdapat di bawahnya, dan
tempat diproduksinya sel-sel darah.
Hubugan antara tulang yang satu dan yang lain pada tubuh, dapat secara erat atau
tidak erat. Hubungan antara tulang yang satu dan yang lain disebut artikulasi. Apabila
tulang berhubungan dengan tujuan untuk melakukan pergerakan dibutuhkan suatu bentuk
khusus, hubungan tulang seperti itu disebut sendi. Terdapat bermacam-macam hubungan
antartulang, yaitu sinartrosis, diartrosis, dan amfiartrosis.
Sinartrosis adalah persendian pada tulang yang tidak memungkinan terjadinya gerakan.
Diartrosis adalah hubungan antartulang yang memungkinkan terjadinya gerakan, yang
membutuhkan adanya persendian. Amfiartrosis merupakan hubungan antartulang yang
memungkinkan terjadinya gerakan tatapi sedikit.
Otot merupakan alat gerak aktif. Berdasarkan jenisnya, otot dibedakan atas otot
lurik, otot polos, dan otot jantung. Otot memiliki sifat antagonsis dan sinergis, pembagian
ini didasarkan pada sifat kerja otot tersebut. Dikatakan bekerja antagonis apabila dua otot
saling bekerja berlawanan, dan sinergis apabila dua otot saling bekerja searah.
Pada tulang maupun otot dapat terjadi kelainan. Kelainan yang terjadi pada tulang
dapat terjadi karena kekurangan vitamin D, penyakit (artritis), kecelakaan, atau karena
102 Bab 4 Sistem Gerak

